Kompas.com - 06/11/2021, 16:15 WIB
Kondisi rumah Suliamat (53) di Dusun Gintung, Desa Bulokerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang hancur akibat terbawa arus banjir bandang, Jumat (5/11/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKKondisi rumah Suliamat (53) di Dusun Gintung, Desa Bulokerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang hancur akibat terbawa arus banjir bandang, Jumat (5/11/2021).

KOMPAS.com - Kota Batu Jawa Timur diterjang banjir bandang pada Kamis (4/11/2021) sekitar pukul 14.00 WIB, tepatnya di kecamatan Bumiaji.

Derasnya aliran banjir menghanyutkan sejumlah kendaraan, bahkan beberapa warga dilaporkan terseret arus air.

Banjir ini diduga terjadi akibat alih fungsi lahan oleh manusia. Bantuan pun mulai berdatangan di lokasi bencana memasuki hari ketiga kejadian.

Berikut 5 fakta banjir bandang Kota Batu Jatim:

Baca juga: Analisis BMKG Terkait Banjir Alor dan Banjir Bandang Kota Batu

1. Dampak

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, dikutip dari Kompas.com, Jumat (5/11/2021), banjir bandang menyebabkan 21 bangunan dan 30 unit kendaraan rusak.

Bangunan meliputi rumah warga, bengkel, dan kandang sapi. Sementara itu, 30 unit kendaraan yang rusak, terdiri dari 3 mobil dan 17 unit sepeda motor.

Jumlah bangunan yang rusak bertambah. Ada 35 unit rumah rusak dan 33 unit rumah terendam lumpur. Sementara itu, sejumlah warga dilaporkan hilang.

Berdasarkan data Jumat (5/11/2021) pukul 11.00 WIB, sebanyak 6 orang meninggal akibat banjir.

Enam orang yang sebelumnya dilaporkan hilang, ditemukan selamat. Namun, 3 orang lain masih belum ditemukan.

Dalam kondisi ini, upaya penyelamatan jiwa diutamakan. Upaya pembersihan lumpur dan puing-puing sedang dilakukan.

Baca juga: Kota Batu Dilanda Banjir, Ini Penjelasan Ahli mengenai Penyebabnya 

2. Korban meninggal dan hilang

Berikut ini adalah identitas 6 korban yang ditemukan meninggal:

  • Wiji, warga RT 6 RW 4 Desa Bulukerto yang ditemukan di Kali Sambong
  • Sarip (60) warga RT 6 RW 4 Desa Bulukerto yang ditemukan di Dusun Beru
  • Adi Wibowo warga Jalan Kartini Kelurahan Ngaglik yang ditemukan di Dam Durek
  • Wakri warga Dusun Sabrang Bendo RT 51 RW 8 Desa Giripurno ditemukan di Desa Tawangargo
  • Mahendra Feri (27) warga Dukuh Sambong, Dusun Gintung ditemukan di Dusun Beru
  • Alverta Shenazia Arvisa Vindra (3) warga Dusun Gintung ditemukan di Dusun Beru.

Sementara itu, terdapat 3 korban yang belum diketahui keberadaannya.

*data terakhir diperbarui pada Sabtu (6/11/2021) dan kemungkinan dapat berubah

Baca juga: UPDATE Banjir Bandang Kota Batu, Korban Meninggal Jadi 6 Orang

3. Ratusan warga diungsikan

Berdasarkan data dari Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Jumat (5/11/2021), terdapat 142 orang yang diungsikan akibat bencana yang terjadi.

Sebanyak 10 orang mengungsi di Gedung Kesenian Desa Bulukerto. Sebagian lainnya mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga.

"Untuk pengungsian, hari ini yang di tempat untuk pengungsian ada 10 orang di Gedung Kesenian Bulukerto. Untuk yang lainnya masih memungkinkan tidur di tempat saudara-saudaranya," kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat memberikan keterangan terkait penanganan banjir di Balai Kota Among Tani pada Jumat (5/11/2021).

Baca juga: 142 Warga Mengungsi akibat Banjir Bandang di Kota Batu

4. Kunjungan Menteri Sosial

Menteri Sosial Tri Rismaharini meninjau langsung ke Kota Batu dan menyambangi Dusun Gintung, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur pada Jumat (5/11/2021) malam.

Risma memberikan santunan kepada para korban, khususnya korban luka dan ahli waris korban meninggal.

"Saya ke sini memang karena ada korban yang harus kita berikan santunan," ujar dia, saat ditemui di Posko Siaga Tagana Balai Kesenian Bulukerto, dikutip dari Antara, Sabtu (6/11/2021).

Risma memberikan santunan masing-masing Rp 15 juta ke ahli waris korban meninggal dan R 5 juta pada korban luka.

Bantuan lainnya yang diberikan Kementerian Sosial berupa paket makanan cepat saji, kidsware, family kit, makanan bayi, tenda, dan matras untuk keperluan pengungsi.

Baca juga: Mensos Risma Tinjau Banjir Bandang di Kota Batu

5. Status Tanggap Darurat

Melihat dampak kerusakan dan korban jiwa, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menetapkan status tanggap darurat bencana.

"Perlu adanya status darurat bencana, disarankan dua minggu ke depan," kata Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan, dikutip dari Antara, Jumat (5/11/2021).

BNPB mendorong pemkot membentuk klaster-klaster pendukung percepatan penanganan dampak banjir bandang.

Seperti klaster pencarian, urusan pengungsi, logistik, dapur umum, psikososial, sarana-prasarana, kesehatan, dan pemulihan.

(Sumber: Kompas.com/Andi Hartik, Rakhmat Nur Haki | Editor : Dheri Agriesta, Pythag Kurniati, Abba Gabrilin, Rakhmat Nur Hakim, Kristian Erdianto)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.