Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beberapa Alasan Mengapa Anjing Suka Mengubur Tulang

Kompas.com - 16/09/2021, 19:00 WIB
Inten Esti Pratiwi

Penulis

KOMPAS.com - Anjing mengubur tulang selepas menggigit-gigitnya adalah kebiasaan unik yang dilakukan oleh anjing liar maupun anjing-anjing peliharaan.

Kebiasaan anjing ini terkadang membuat bingung manusia. Tulang yang sudah digerogoti hingga licin, kemudian dibawa ke pojok halaman untuk dikubur di dalam tanah.

Kemudian beberapa saat kemudian, bisa keesokan harinya, anjing akan kembali ke tempat tersebut untuk menggali lagi kuburan tulang yang ada.

Tulang akan kembali diambil, dan kembali digigit-gigit hingga berjam-jam lamanya.

Apakah alasan anjing melakukan itu semua?

Baca juga: Tanda-tanda Anjing Kesayangan Tengah Jatuh Sakit

Alasan mengapa anjing mengubur tulang

Dilansir dari Livescience, tujuan utama anjing mengubur tulang adalah untuk menyimpannya agar tak diambil anjing atau binatang lain.

Teoti Anderson, pelatih anjing profesional asal Florida Amerika Serikat, mengatakan bahwa anjing melakukan hal tersebut agar di kemudian hari ia bisa mengambil kembali tulang yang ada dan menikmatinya berlama-lama.

Ilustrasi anjing makan tulangUnsplash/Aditya Joshi Ilustrasi anjing makan tulang
Kebiasaan ini adalah kebiasan genetik yang menurun dari nenek moyang mereka, yaitu anjing-anjing liar juga serigala yang hidup di hutan.

"Ketika kita tak yakin apa yang bisa kita makan selanjutnya, maka naluri yang wajar jika kita menyimpan makanan sisa untuk berjaga-jaga," paparnya.

Kebiasan mengubur sisa makanan favorit sebenarnya bukan hanya kebiasan anjing saja. Kebiasaan ini juga dilakukan hewan mamalia lain juga burung-burung.

Jika anjing menyimpan tulang, burung-burung juga tupai sering menyimpan biji-bijian di tempat yang akan mereka hapalkan titik dan sudutnya.

 

Baca juga: Cara Memberi Makan Anjing Kesayangan agar Anjing Gendut dan Sehat

Tak semua anjing mengubur tulang

Berdasarkan penelitian tahun 1976, diketahui bahwa serigala akan mendiami satu area tertentu dalam waktu cukup lama untuk menghabiskan hewan buruannya.

Kemudian ketika semua daging sudah habis, mereka akan mengubur tulang-tulang dari hewan buruannya tersebut.

Kebiasaan ini menurun secara genetik. Meski studi terbaru mendapatkan, bahwa anjing domestik sudah tak banyak yang melakukan kebiasaan tersebut.

Anjing domestik tak perlu berburu, makanan selalu tersedia di dalam rumah.Unsplash/Paul Trienekens Anjing domestik tak perlu berburu, makanan selalu tersedia di dalam rumah.
Hal ini menurut Anderson, dipengaruhi oleh gaya hidup anjing domestik yang tak perlu berburu, tak perlu bersusah payah mencari makanan.

Jadi ketika ada anjing peliharaan yang mengubur tulang, tujuannya bukan lagi menyimpan makanan sisa untuk stok makanan nanti, namun lebih ke menyimpan mainan favorit untuk dimainkan lagi suatu hari nanti.

Bisa pula anjing mengubur tulang untuk tujuan bermain, sekedar merilis stres dan ketegangan yang dimiliki anjing. 

"Jadi terkadang untuk tujuan bermain, anjing peliharaan tak hanya mengubur tulang, namun juga mainan serta batu. Batu itu entah bagaimana ceritanya, spesial bagi mereka," pungkas Anderson.

Baca juga: Penasaran Mengapa Anjing Suka Makan Rumput? Ini Alasannya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Mengenal Pulau Semakau, Rahasia Singapura Jadi Negara Terbersih Asia

Mengenal Pulau Semakau, Rahasia Singapura Jadi Negara Terbersih Asia

Tren
Prakiraan Cuaca BMKG untuk Wilayah Indonesia 17-18 April 2024

Prakiraan Cuaca BMKG untuk Wilayah Indonesia 17-18 April 2024

Tren
[POPULER TREN] Kata Ahli Hukum soal Istri TNI Terjerat UU ITE Ungkap Suami Selingkuh | NIK Jakarta yang Dinonaktifkan Pekan Ini

[POPULER TREN] Kata Ahli Hukum soal Istri TNI Terjerat UU ITE Ungkap Suami Selingkuh | NIK Jakarta yang Dinonaktifkan Pekan Ini

Tren
Menanti Tol Solo-Yogyakarta, Penghubung Dua Kota Mataram, Dukung Perekonomian Lokal

Menanti Tol Solo-Yogyakarta, Penghubung Dua Kota Mataram, Dukung Perekonomian Lokal

Tren
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh April 2024 dan Keutamaannya

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh April 2024 dan Keutamaannya

Tren
Penelitian Mengungkap Anggapan Masyarakat Mesir Kuno tentang Galaksi Bima Sakti

Penelitian Mengungkap Anggapan Masyarakat Mesir Kuno tentang Galaksi Bima Sakti

Tren
Manfaat Kelapa Bakar, Apa Bedanya dengan Diminum Langsung?

Manfaat Kelapa Bakar, Apa Bedanya dengan Diminum Langsung?

Tren
Catat, Ini 10 Ponsel Pintar dengan Radiasi Tertinggi

Catat, Ini 10 Ponsel Pintar dengan Radiasi Tertinggi

Tren
Pedagang Taoge di Garut Disebut Jadi Tersangka Usai Membela Diri dan Lawan Preman, Ini Faktanya

Pedagang Taoge di Garut Disebut Jadi Tersangka Usai Membela Diri dan Lawan Preman, Ini Faktanya

Tren
Daftar 60 Universitas Terbaik di Indonesia Versi SIR 2024, Ada Kampusmu?

Daftar 60 Universitas Terbaik di Indonesia Versi SIR 2024, Ada Kampusmu?

Tren
Remaja Siksa Anjing hingga Mati di Jember, Polisi: Masih dalam Proses Penyelidikan

Remaja Siksa Anjing hingga Mati di Jember, Polisi: Masih dalam Proses Penyelidikan

Tren
Daftar Ikan yang Boleh Dimakan Penderita Asam Urat dan Kolesterol, Apa Saja?

Daftar Ikan yang Boleh Dimakan Penderita Asam Urat dan Kolesterol, Apa Saja?

Tren
Gunung Vesuvius yang Lenyapkan Kota Kuno Pompeii Berpotensi Meletus Lagi, Kapan Terjadi?

Gunung Vesuvius yang Lenyapkan Kota Kuno Pompeii Berpotensi Meletus Lagi, Kapan Terjadi?

Tren
Pemimpin Dunia Minta Israel Tak Balas Serangan Iran, Ini Alasannya

Pemimpin Dunia Minta Israel Tak Balas Serangan Iran, Ini Alasannya

Tren
Mengenal 'Holiday Paradox', Saat Waktu Liburan Terasa Lebih Singkat

Mengenal "Holiday Paradox", Saat Waktu Liburan Terasa Lebih Singkat

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com