Christianto Wibisono dan Indonesia

Kompas.com - 23/07/2021, 14:00 WIB
Christianto Wibisono (kiri, berbatik biru) bersama Chappy Hakim dalam sebuah acara. DOK. CHAPPY HAKIMChristianto Wibisono (kiri, berbatik biru) bersama Chappy Hakim dalam sebuah acara.

KEMARIN saya menerima berita duka, kabar belakangan rutin saya dengar hampir setiap hari. Tapi kabar duka yang satu ini terasa berbeda: ekonomi senior Christianto Wibisono berpulang.

Baca juga: Ekonom Senior Christianto Wibisono Tutup Usia

Saya tidak mengenal dekat beliau. Saya hanya mengenalnya lewat tulisan-tulisannya di media. Namun begitu, ada yang istimewa. Christianto Wibisono selalu menyempatkan diri menyapa saya setiap kali kami berjumpa dalam sebuah acara.

Yang lebih istimewanya lagi, beliau selalu bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan Angkatan Udara. Selalu saja ada diskusi singkat dengan beliau setiap kali kami bertemu. Topiknya selalu tentang Indonesia.

Indonesia yang sangat dicintainya dan dipahaminya dengan benar itu memiliki potensi sangat besar untuk tampil menjadi negara maju yang terkemuka.

Salah satu yang sering dibicarakan dan dituangkannya dalam tulisan-tulisan beliau adalah tentang bagaimana Indonesia memiliki tokoh-tokoh bekelas peraih Nobel.

Hanya karena “sedikit” kurang cerdas dalam memosisikan diri di tengah dinamika global maka hadiah nobel itu “batal” diperoleh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada satu hal lagi yang menarik tentang sosoknya. Meskipun kerap mengkritisi beberapa masalah, namun ia tidak pernah menyalahkan siapa-siapa. Ia selalu menyebut dengan “kita” sebagai yang bersalah atau kurang tepat dalam mengambil keputusan.

Semangat mengkritisi dengan tidak menunjuk hidung adalah hal yang sulit. Itu sebabnya ia menuangkan segala hal yang dikritisinya dalam tulisan “Wawancara Imajiner dengan Bung Karno”.

Tulisan itu menjadi sebuah format kritikan yang sangat santun penuh etika dalam berkomunikasi, namun sarat makna dan padat pengetahuan.

Membaca tulisan tulisan beliau tentang Indonesia yang tergambar adalah sebuah refleksi dari kecintaan yang sangat mendalam seorang Christianto Wibisono terhadap Indonesia, sebuah negeri yang pernah membuatnya mengungsi pada 1998.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.