Dua Dosis Vaksin Covid-19 Cukup, WHO: Vaksin Booster Belum Diperlukan

Kompas.com - 17/07/2021, 20:05 WIB
Suasana vaksinasi Covid-19 bagi pelajar yang digelar di SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/7/2021). Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai vaksinasi Covid-19 terhadap para pelajar di Jawa Barat, dengan menargetkan 1.000 sampai 2.000 siswa yang divaksin per harinya. KOMPAS.com/AGIE PERMADISuasana vaksinasi Covid-19 bagi pelajar yang digelar di SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/7/2021). Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai vaksinasi Covid-19 terhadap para pelajar di Jawa Barat, dengan menargetkan 1.000 sampai 2.000 siswa yang divaksin per harinya.

 

KOMPAS.com - Mixing vaccines atau menambah dosis vaksin Covid-19 sebagai vaksin booster belum diperlukan bagi sejumlah negara.

Termasuk Indonesia, Juru bicara satuan tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk tidak melakukan mixing vaccines tersebut.

Dua dosis vaksin sudah cukup, sehingga vaksin dosis ketiga belum diperlukan saat ini.

"Untuk saat ini secara umum dua kali dosis vaksin sudah cukup bagi masyarakat umum untuk membentuk kekebalan individu," kata Wiku, dikutip dari Kompas.com, Selasa (13/7/2021).

"Sehingga masyarakat diimbau untuk tidak melakukan mixing vaccines atau penambahan dosis booster sendiri dan bahkan tanpa pengawasan kesehatan," tuturnya.

Wiku memastikan fokus utama pemerintah saat ini adalah pada percepatan pembentukan kekebalan komunitas atau herd immunity sesegara mungkin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: WHO Sebut Vaksin Booster Masih Belum Diperlukan, Ini Alasannya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengingatkan untuk sejumlah negara seharusnya tidak membeli vaksin penguat atau booster bagi warga yang sudah divaksinasi.

Hal ini karena banyak negara lain yang belum memberikan vaksin dosis pertama bagi warga.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesu mengatakan, saat ini tingkat kematian meningkat, varian Delta menjadi varian dominan yang memakan korban jiwa, dan banyak negara belum memiliki persediaan vaksin yang cukup untuk melindungi tenaga kesehatan.

"Varian Delta menjalar ke seluruh dunia, seperti bara api, yang menyebabkan peningkatan kasus dan kematian," kata Tedros.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.