Gejala Virus Corona Varian Delta yang Mulai Menyebar di Indonesia

Kompas.com - 15/06/2021, 09:15 WIB
Ilustrasi virus corona SHUTTERSTOCK/ker_viiIlustrasi virus corona

KOMPAS.com - Varian virus corona Delta yang disebut 40 persen lebih mudah menular, mulai menyebar dan banyak terdeteksi di Indonesia. 

Varian ini disebutkan dapat meningkatkan risiko perawatan rumah sakit hingga dua kali lipat.

Varian ini pertama kali ditemukan di India, namun kini telah menyebar luas dan terkonfirmasi ada di 74 negara dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga: Jadwal dan Tarif Tiket KA Nusa Tembini Relasi Cilacap-Yogyakarta

Di Indonesia, varian ini ditemukan telah menginfeksi sejumlah masyarakat di Kudus, Jawa Tengah.

Lantas, adakah gejala yang bisa dikenali yang menunjukkan bahwa seseorang terinfeksi virus varian yang satu ini?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala varian corona Delta

Dikutip dari NBC Miami (10/6/2021), gejala dari infeksi virus corona varian Delta pada dasarnya mirip dengan gejala yang ditimbulkan oleh infeksi virus asalnya.

Hanya saja, pada infeksi varian Delta, gejala-gejala tersebut akan terjadi dengan lebih parah dan dinilai lebih sulit ditangani melalui penanganan medis. 

Gejala varian virus corona Delta sebagaimana disampaikan oleh profesor kedokteran darurat dan kesehatan internasional di Johns Hopkins Universiy, Dr. Bhakti Hansoti meliputi:

  • Sakit perut,
  • Hilangnya selera makan,
  • Muntah,
  • Mual,
  • Nyeri sendi,
  • Gangguan pendengaran.

Kebanyakan pasien yang terinfeksi virus ini juga membutuhkan perawatan medis di rumah sakit, bahkan memerlukan bantuan oksigen dan menderita komplikasi lain.

Lebih lanjut, seorang dokter penyakit menular di Apollo Hospital India, Abdul Ghafur, mengatakan prevalensi gangguan pencernaan sebagai gejala yang ditimbulkan oleh infeksi varian Delta lebih besar daripada gejala serupa yang disebabkan oleh strain virus asalnya.

Akan tetapi, ia menyebut masih dibutuhkan lebih banyak penelitian klinis untuk memastikan hal ini.

Baca juga: [KLARIFIKASI] Jemaah yang Tarik Dana Haji Tak Bisa Berhaji Seumur Hidup

 

Mirip seperti flu

Sementara itu, dilansir The Guardian (14/6/2021), data studi gejala dari aplikasi Zoe Covid yang dipimpin oleh profesor epidemiologi genetika di King's College London, Tim Spector, menyebut gejala yang timbul akibat infeksi virus varian Delta terasa seperti flu yang parah.

“Covid sekarang berbeda, dia lebih menyerupai flu yang parah. Orang-orang mungkin berpikir hanya mengalami flu musiman dan mereka tetap pergi ke pesta, kami pikir ini masalah,” kata Tim.

Sejak awal Mei 2021, Tim membeberkan data aplikasi gejala yang paling banyak dilaporkan penderita Covid-19 saat ini berbeda dari gejala yang banyak dikeluhkan para penderita sebelum-sebelumnya.

Gejala-gejala yang kini paling jamak ditemui dan dilaporkan adalah:

  • Sakit kepala,
  • Sakit tenggorokan,
  • Pilek,
  • Demam.

Padahal, gejala Covid-19 yang diakibatkan virus corona pada umumnya di antaranya demam, batuk, dan anosmia atau kehilangan kemampuan membau dan indra perasa.

Pada fakta yang ditemukan hari ini, batuk ada di urutan kelima, dan anosmia tidak ada di dalam 10 besar gejala yang banyak dilaporkan.

Baca juga: Kronologi 66 Warga di Madiun Terpapar Covid-19, Berawal Gejala Batuk dan Pilek Usai Hajatan


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.