Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ajak Pengguna Hapus WA, Telegram dan Whatsapp Saling Sindir di Twitter

Kompas.com - 17/05/2021, 18:00 WIB
Nur Rohmi Aida,
Rendika Ferri Kurniawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Akun resmi Telegram dan WhatsApp “perang” twit di Twitter, setelah Telegram mengajak penggunanya untuk menghapus WhatsApp.

Akun Telegram @telegram awalnya memposting sebuah unggahan foto meme perubahan ikon recycle bin pada Microsoft sejak tahun 1995 hingga 2015.

Untuk tahun 2021, Telegram menambahkan gambar tempat sampah dengan logo WhatsApp dan Facebook.

Ternyata meme itu ditanggapi oleh akun resmi WhatsApp @WhatsApp pada 15 Mei 2021.

WhatsApp membalas unggahan ajakan menghapus aplikasinya tersebut dengan menyindir bahwa Telegram tidak memiliki enkripsi secara end-to-end secara default.

“Telegram admin: ‘… dan yang tidak diketahui orang-orang adalah kita tidak dienkripsi end-to-end secara default’" tulis WhatsApp sembari melampirkan gambar meme seorang pria yang menempelkan wajahnya pada seorang wanita.

Tak berhenti di situ, Telegram kemudian membalas pesan WhatsApp tersebut.

“@WhatsApp, pengguna kita tahu bagaimana itu bekerja dan kami memiliki aplikasi open source untuk membuktikannya,” ujar dia.

Telegram kemudian meminta WhatsApp menjelaskan mengenai keterangan dalam tangkapan layar yang diunggahnya yang menurutnya apa yang disampaikan WhatsApp selama ini adalah kebohongan.

Tangkapan layar tersebut berisi keterangan bahwa WhatsApp bisa mengakses percakapan saat proses back up.

Di mana restore saat device dibersihkan bisa dilakukan hanya dengan menggunakan nomor ponsel.

Baca juga: 8 Tips untuk Pengguna Baru Telegram

Seperti halnya Apple bisa mengakses percakapan karena pengguna melakukan backup ke iCloud, atau Google bisa mengakses percakapan karena melakukan backup ke GDrive.

Namun, WhatsApp tak lagi menanggapi pesan tersebut hingga hari ini.

Akun WABetaInfo yang merupakan akun yang kerap memberitakan pembaruan terkait fitur-fitur baru WhatsApp ikut berkomentar saat seseorang mengatakan bahwa Whatsap lupa untuk menyebutkan bahwa enkripsi End to Endnya tak berlaku saat pengguna melakukan backup.

“WhatsApp sedang mengerjakan backup terenkripsi secara end-to end, pantau terus!” balasnya.

Baca juga: Instagram Paling Rawan Cyber Bullying, Twitter Paling Aman, Mengapa?

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com