Status Siaga II, Kemenlu Imbau WNI di Myanmar Tetap di Rumah

Kompas.com - 05/03/2021, 11:50 WIB
Para pengunjuk rasa berlari setelah gas air mata ditembakkan oleh polisi yang mencoba membubarkan mereka selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Minggu (28/2/2021). Sedikitnya 18 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam aksi demonstrasi di Myanmar pada 28 Februari, serta disebut sebagai hari paling berdarah dalam serentetan aksi protes menentang kudeta militer. AFP/SAI AUNG MAINPara pengunjuk rasa berlari setelah gas air mata ditembakkan oleh polisi yang mencoba membubarkan mereka selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Minggu (28/2/2021). Sedikitnya 18 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam aksi demonstrasi di Myanmar pada 28 Februari, serta disebut sebagai hari paling berdarah dalam serentetan aksi protes menentang kudeta militer.

KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menetapkan status Siaga II untuk Warga Negara Indonesia (WNI) di Myanmar, pada Jumat (5/3/2021).

Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah.

"Memperhatikan perkembangan situasi terakhir dan sesuai rencana kontijensi, saat ini KBRI Yangon menetapkan status Siaga II," kata Teuku, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (5/3/2021).

Tetap di rumah

Status Siaga II yang ditetapkan oleh Kemenlu RI ini mencakup imbauan untuk WNI di Myanmar, agar tetap tenang dan berdiam diri di kediaman masing-masing.

Teuku mengatakan, agar WNI di Myanmar untuk sementara ini menghindari berpergian, kecuali dalam keadaan yang sangat mendesak.

"Dalam hal ini, KBRI telah menyampaikan imbauan agar WNI tetap tenang dan berdiam diri di kediaman masing-masing, menghindari bepergian, termasuk ke tempat kerja jika tidak ada keperluan sangat mendesak," kata Teuku.

Baca juga: Kudeta Myanmar: Internet Dilumpuhkan, Kendaraan Lapis Baja Diterjunkan

WNI yang ingin kembali

Para pengunjuk rasa memegang perisai buatan sendiri saat mereka berlari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada Tabu (3/3/2021). AFP PHOTO/STR Para pengunjuk rasa memegang perisai buatan sendiri saat mereka berlari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada Tabu (3/3/2021).
Teuku Faizasyah mengatakan, WNI di Myanmar yang tidak memiliki keperluan esensial, sebaiknya mempertimbangkan untuk kembali ke Indonesia.

Adapun untuk WNI yang ingin kembali ke Indonesia, Kemenlu menyarankan untuk menggunakan penerbangan komersial yang masih tersedia.

"Sedangkan bagi WNI beserta keluarganya yang tidak memiliki keperluan yang esensial, dapat mempertimbangkan untuk kembali ke Indonesia dengan memanfaatkan penerbangan komersial yang saat ini masih tersedia," ujar dia.

Hingga saat ini, Kemenlu RI dan Kedutaan Besar RI di Yangon, Myanmar, masih terus memantau situasi yang terjadi dan menilai situasi saat ini dipandang belum terlalu mendesak untuk melakukan evakuasi WNI.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X