5 Penyakit Endemik di Indonesia, dari Malaria, DBD hingga TBC

Kompas.com - 02/03/2021, 09:29 WIB
Ilustrasi nyamuk sedang mengisap darah manusia Dok. ShutterstockIlustrasi nyamuk sedang mengisap darah manusia

KOMPAS.com - Virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 masih menjadi pandemi global sejak diputuskan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020. 

Namun pejabat WHO menyebut, di masa depan Covid-19 bisa jadi akan menjadi penyakit endemik

Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Michael Ryan, mengatakan, Covid-19 kemungkinan tidak akan pernah sepenuhnya hilang.

Hal itu disampaikannya saat konferensi pers virtual WHO, pada Rabu (24/2/2021).

"Penting untuk menjelaskan hal ini. Virus ini mungkin hanya menjadi virus endemik lain di komunitas kita, dan virus ini mungkin tidak akan pernah hilang," kata Ryan.

Baca juga: WHO Sebut Covid-19 Bisa Jadi Penyakit Endemik, Ini Bedanya dengan Epidemi, dan Pandemi

Endemik merupakan penyakit yang berjangkit di suatu daerah atau pada suatu golongan masyarakat.

Adapun keadaan atau kemunculan penyakit konstan atau penyakit biasa ada di dalam suatu populasi atau area geografis tertentu.

Penyakit endemik Indonesia

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi menjelaskan, saat ini masih terdapat beberapa penyakit endemik di Indonesia.

"Penyakit endemik ya seperti penyakit malaria, DBD (Demam Berdarah Dengue), TBC, jadi penyakit yang kasusnyaa masih tinggi ya," kata Nadia melalui WhatsApp, Senin (1/3/2021).

Selain penyakit tersebut, masih ada beberapa lainnya seperti diare, chikungunya, dan JE (Japanese Encephalitis) atau radang otak.

Nadia menambahkan, suatu penyakit yang digolongkan sebagai endemik mempunyai kasus tinggi.

Baca juga: Soal Pandemi Covid-19 Dapat Jadi Endemik, IDI: Masih Hipotesis

Penyakit endemik

Berikut penjelasan sejumlah penyakit endemik di Indonesia melansir situs resmi Kemenkes RI.

  • Malaria

Penyakit malaria memiliki beberapa gejala yang mirip dengan Covid-19 seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

Sehingga prosedur layanan malaria untuk menjaga agar tidak terjadi peningkatan kasus malaria pada saat pandemi Covid-19 selalu mengacu pada protokol pencegahan virus corona.

Selain itu penyakit malaria akan semakin memperberat kondisi seseorang yang juga terinfeksi Covid-19.

Dituliskan Kemenkes pada 28 April 2018, situasi malaria di Indonesia menunjukkan masih terdapat 10,7 juta penduduk yang tinggal di daerah endemis menengah dan tinggi malaria.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X