Banjir Kalsel, Simak Analisis BMKG dan Peringatan Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan

Kompas.com - 15/01/2021, 09:56 WIB
Bencana banjir melanda hampir seluruh wilayah Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (14/1/2021). Kepala SMA 1 Siding, Amin mengatakan, banjir mulai terjadi Rabu (13/1/2021) malam, akibat tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTABencana banjir melanda hampir seluruh wilayah Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (14/1/2021). Kepala SMA 1 Siding, Amin mengatakan, banjir mulai terjadi Rabu (13/1/2021) malam, akibat tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir.

KOMPAS.com - Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan ( Kalsel) menuai perhatian publik, termasuk warganet di media sosial Twitter.

Pada Jumat (15/1/2021) pagi, pantauan Kompas.com di Twitter, "Kalimantan Selatan" dan "Kalsel" masuk dalam daftar tren di Indonesia, dengan lebih dari 15.000 twit membicarakan bencana alam ini.

Informasi yang diperoleh dari Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Akhmad Taufan Maulana, telah terjadi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang pada 12-14 Januari 2021, yang berdampak banjir di wilayah Kalimantan Selatan.

Banjir terjadi di sebagian besar wilayah Kota/Kabupaten Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar,Tanah Laut, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.

"Berdasarkan laporan BPBD dampak yang ditimbulkan yaitu terendamnya 10.000 lebih rumah di wilayah Kalimantan Selatan dengan ketinggian bervariasi antara 0,5-3 meter," kata Taufan kepada Kompas.com, Jumat (15/1/2021).

Selain itu, banjir menyebabkan ruas jalan utama provinsi tergenang dan jembatan utama provinsi roboh.

Baca juga: Banjir Kalsel, Meluasnya Lahan Sawit, dan Masifnya Pertambangan...

Cuaca ekstrem

Taufan menjelaskan, curah hujan dengan intensitas tinggi tercatat pada 13 Januari 2021 sebesar 51 mm dan sebesar 249 mm pada 14 Januari 2021 di Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin.

Sementara itu, curah hujan tercatat sebesar 15,9 mm pada 13 Januari 2021 dan 255,3 mm pada 14 Januari 2021 di Stasiun Klimatologi Banjarbaru.

"Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa akumulasi jumlah curah hujan selama dua hari di Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor berjumlah 300 mm, yang jika dibandingkan pada normal jumlah curah hujan bulanan Januari sebesar 394 mm, maka kondisi ini tergolong dalam kondisi ekstrem," kata Taufan.

Taufan mengungkapkan, cuaca ekstrem ini dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di wilayah Kalimantan Selatan yang labil.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X