Kompas.com - 22/12/2020, 18:01 WIB
Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju.

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menunjuk Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KP).

Dia akan menggantikan jabatan Edhy Prabowo yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pengenalan Wahyu sebagai Menteri KP dilakukan Jokowi melalui konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (22/12/2020) pukul 15.30 WIB.

"Pelantikan akan dilaksanakan, insyaallah besok pagi," kata Jokowi dikutip dari siaran langsung KompasTV, Selasa (22/12/2020).

Profil Wahyu Trenggono

Wahyu lahir di Semarang, 3 November 1962. Ia merupakan lulusan S1 Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1986 dan meraih gelar S2 Magister Management ITB pada 2006.

Dikutip dari Tribunnews.com, Wahyu merupakan pendiri PT Teknologi Riset Global (TRG) Investama. Perusahaan yang telah berdiri sejak 2007 ini bergerak di bidang telekomunikasi, teknologi, properti, media, dan e-commerce.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: BREAKING NEWS: Jokowi Tunjuk Wahyu Trenggono Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan

Sebelumnya, dia juga telah memiliki PT Solusindo Kreasi Pratama (SKP) dan PT Tower Bersama Infrastruktur.

Dilansir Kompas.com, 25 Oktober 2019, Wahyu sempat berkecimpung di dunia politik sebagai Bendahara Umum Partai Amanat Nasional (PAN), saat ketua umum dijabat Hatta Rajasa.

Kemudian, pada masa Pilpres 2019, Wahyu terlibat dalam kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin. Ia menjadi bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

Selanjutnya, saat Jokowi dilantik untuk periode keduanya, Wahyu ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan.

Dikutip dari Harian Kompas, 26 Oktober 2019, seusai dilantik sebagai Wamenhan, Wahyu mengaku diminta Jokowi untuk mengembangkan bidang industri pertahanan nasional.

Kemudian, dalam wawancara dengan Harian Kompas pada 22 Juli 2020, ia mengungkapkan bahwa pemenuhan kebutuhan alutsista TNI merupakan sesuatu yang unik.

Baca juga: Ditunjuk Jadi Menteri Sosial, Ini Sejumlah Prestasi Tri Rismaharini

Dia mengatakan, jika bidang pertahanan nasional ingin membangun efek gentar, maka senjata yang dimiliki harus terus diperbarui dan tidak boleh kalah dari negara-negara lain di kawasan.

Wahyu menyebut Indonesia harus bisa membangun industri pertahanan sendiri ke depannya. Namun, untuk memenuhi kebutuhan saat ini, ia mengatakan Indonesia perlu membeli alutsista yang canggih.

Selain itu, untuk jangka yang lebih pendek, negara juga perlu mengadakan refurbishment atau perbaikan besar-besaran terhadap alutsista yang dimiliki.

Wacana latihan militer di kampus

Sosok Wahyu sempat menjadi sorotan publik. Dikutip dari Harian Kompas, 24 Agustus 2020, ia melempar wacana adanya pendidikan militer di kampus.

Pendidikan militer tersebut diadakan satu semester dan nilainya masuk satuan kredit semester yang diambil mahasiswa.

Wahyu mengatakan kecintaan generasi milenial terhadap negara bisa ditunjukkan dengan bergabung dalam komponen cadangan bela negara.

Baca juga: Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Siapa Sakti Wahyu Trenggono?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.