Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ditunjuk Jadi Menteri Sosial, Ini Sejumlah Prestasi Tri Rismaharini

Kompas.com - 22/12/2020, 17:06 WIB
Jawahir Gustav Rizal,
Jihad Akbar

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo memilih Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial.

Risma menggantikan Juliari Batubara yang terjerat dugaan korupsi bantuan sosial Covid-19.

Pengenalan Risma sebagai Menteri Sosial dilakukan Jokowi melalui konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (22/12/2020) pukul 15.30 WIB.

Selain Risma, Jokowi juga mengumumkan lima orang lain yang mengisi pos Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Agama, Menteri KKP, Menteri Perdagangan, dan Menteri Kesehatan.

"Pelantikan akan dilaksanakan, insyaallah besok pagi," kata Jokowi, dikutip dari siaran langsung KompasTV, Selasa (22/12/2020).

Baca juga: Profil Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya yang Jadi Menteri Sosial

Profil dan prestasi Risma

Risma lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 20 November 1961. Dia merupakan wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya.

Masa sekolahnya sebagian besar dihabiskan di Surabaya, mulai dari SMP Negeri X Surabaya (1976), SMU Negeri V Surabaya (1980), S1 Arsitektur ITS (1987), dan S2 Manajemen Pembangunan Kota ITS (2002).

Risma menjabat sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode, yakni 2010-2015 dan 2015-2020.

Berikut beberapa prestasi yang pernah ditorehkan Risma:

1. Mengurangi volume sampah Surabaya

Dikutip dari Harian Kompas, 2 Juni 2007, sebelum menjadi Wali Kota Surabaya, Risma merupakan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya pada 2005.

Pada saat itu, dia memulai gerakan untuk membersihkan sekaligus mempercantik Kota Surabaya.

Hasil kerja keras Risma bersama jajaran Dinas Kebersihan dan Pertamanan membuahkan penurunan volume sampah di Surabaya.

Baca juga: Mengintip Kekayaan Wali Kota Surabaya 2 Periode Tri Rismaharini

Pada 2004 volume sampah mencapai 264.000 meter kubik per bulan, pada tahun 2005 menjadi 261.000 meter kubik, tahun 2006 volume sampah tinggal 161.000 meter kubik per bulan, dan sekitar 160.000 meter kubik langsung terangkut ke tempat penampungan akhir (TPA).

Sisanya diolah warga serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan menjadi pupuk kompos.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com