Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penerima Kartu Prakerja Gelombang 11 Diumumkan, Ini Cara Ceknya!

Kompas.com - 10/11/2020, 20:43 WIB
Mela Arnani,
Jihad Akbar

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hasil seleksi program Kartu Prakerja gelombang 11 telah diumumkan pada Selasa (10/11/2020) pukul 18.00 WIB.

Sebelumnya, pendaftaran gelombang ke-11 dibuka pada 2-4 November 2020. Sebanyak 6 juta pendaftar tercatat.

"Pengumuman gelombang 11 sudah dilakukan tadi jam 18.00 WIB," kata Head of Communications Manajemen Pelaksana Prakerja Louisa Tuhatu kepada Kompas.com, Selasa (10/11/2020) malam.

Ia menambahkan, peserta yang dinyatakan lolos kurang lebih 390 ribu orang.

"Sekitar 390 ribu (peserta lolos)," tutur Lousia.

Baca juga: Jika Lolos Kartu Prakerja Gelombang 11, Catat Pesan Berikut Ini...

Cara mengecek

Pengumuman Prakerja gelombang 11, lanjutnya, disampaikan melalui SMS.

Hal tersebut juga dapat dicek melalui dashboard masing-masing pendaftar di laman prakerja.go.id.

"Betul (pengumuman disampaikan melalui SMS dan bisa dilihat di dashboard masing-masing)," ujar dia.

Sebagai tambahan informasi, kuota yang dialokasikan pada Kartu Prakerja gelombang 11 ini berasal dari penerima Kartu Prakerja gelombang 1 hingga 10 yang dicabut kepesertaannya. Tercatat, ada sebanyak 382.868 kepesertaan yang dicabut.

Pencabutan kepesertaan terjadi karena peserta tidak melakukan pembelian pelatihan pertama dalam waktu 30 hari setelah mereka dinyatakan lolos sebagai penerima Kartu Prakerja.

Baca juga: Ramai di Media Sosial, Apakah Orang yang Membalas di Live Chat Prakerja Terverifikasi?

Kriteria

Louisa menjelaskan, kriteria yang digunakan dalam menyeleksi pendaftar Kartu Prakerja gelombang 11 didasarkan pada Permenko Nomor 11 Tahun 2020.

"Kartu Prakerja terbuka untuk mereka yang berusia di atas 18 tahun dan tidak termasuk dalam blacklist," kata dia.

Lebih lanjut, yang termasuk dalam blacklist antara lain ASN, anggota Polri/TNI, pelajar, dan orang yang sudah pernah menerima bansos dalam bentuk lain.

"Untuk tahun 2020 ini program Kartu Prakerja juga memberi prioritas pada mereka yang menjadi korban pandemi," tambahnya.

Baca juga: Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 11 Mencapai 6 Juta Orang

Agar kepesertaan tak dicabut

Louisa mengimbau peserta yang dinyatakan lolos Kartu Prakerja gelombang 11 untuk segera membeli pelatihan dalam waktu 30 hari supaya kepesertaan tidak tercabut.

"Setelah itu gunakan dana pelatihan sebesar 1 juta rupiah untuk membeli pelatihan sebanyak-banyaknya karena dana ini tidak dapat ditarik tunai," ujar dia.

Ia menambahkan, peserta memiliki kesempatan hingga 15 Desember 2020 untuk menggunakan semua dana pelatihan.

Sedangkan, bagi peserta yang tidak lolos, ia mengatakan dapat mendaftar pada program Kartu Prakerja tahun depan.

"Untuk mereka yang belum lolos seleksi tahun ini jangan berkecil hati karena program Kartu Prakerja akan dilanjutkan pada tahun 2021," tutur Louisa.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Aksi Heroik Polisi Wanita Sendirian Lawan Pelaku Penusukan Massal di Sydney, Australia

Aksi Heroik Polisi Wanita Sendirian Lawan Pelaku Penusukan Massal di Sydney, Australia

Tren
Kuil Setinggi 36,5 Meter Runtuh Saat Festival Keagamaan di India

Kuil Setinggi 36,5 Meter Runtuh Saat Festival Keagamaan di India

Tren
Bahaya Kesepian terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Bahaya Kesepian terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Tren
Cerita Mencekam Saksi Mata Insiden Penusukan Massal di Mal Sydney, Australia

Cerita Mencekam Saksi Mata Insiden Penusukan Massal di Mal Sydney, Australia

Tren
Mengapa Wilayah Maluku Disebut Sebagai Kepulauan Rempah-rempah? Berikut Sejarahnya

Mengapa Wilayah Maluku Disebut Sebagai Kepulauan Rempah-rempah? Berikut Sejarahnya

Tren
Kemenlu Pastikan Tidak ada WNI Jadi Korban Penusukan Massal di Mal Australia

Kemenlu Pastikan Tidak ada WNI Jadi Korban Penusukan Massal di Mal Australia

Tren
Insiden Penusukan Massal di Mal Australia, 6 Orang Meninggal Dunia

Insiden Penusukan Massal di Mal Australia, 6 Orang Meninggal Dunia

Tren
Daftar Perangkat Ponsel yang Dapat Menggunakan eSIM Telkomsel

Daftar Perangkat Ponsel yang Dapat Menggunakan eSIM Telkomsel

Tren
WhatsApp Berencana Memperketat Fitur Chat Lock, Percakapan Penting Semakin Terlindungi

WhatsApp Berencana Memperketat Fitur Chat Lock, Percakapan Penting Semakin Terlindungi

Tren
Beredar Video Kodim Deiyai Diduga Diserang OPM Saat Jenazah Danramil Aradide Tiba, TNI Angkat Bicara

Beredar Video Kodim Deiyai Diduga Diserang OPM Saat Jenazah Danramil Aradide Tiba, TNI Angkat Bicara

Tren
Resmi, ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024 untuk Perlancar Arus Balik Lebaran

Resmi, ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024 untuk Perlancar Arus Balik Lebaran

Tren
Jasa Marga Gelar Diskon Tarif Tol 20 Persen pada Arus Balik Lebaran 2024, Simak Jadwalnya

Jasa Marga Gelar Diskon Tarif Tol 20 Persen pada Arus Balik Lebaran 2024, Simak Jadwalnya

Tren
Pendaftaran Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Ditutup Mei 2024, Berikut Cara Daftarnya

Pendaftaran Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Ditutup Mei 2024, Berikut Cara Daftarnya

Tren
Arkeolog Temukan Lukisan Kuno di Pompeii yang Terkubur Hampir 2.000 Tahun

Arkeolog Temukan Lukisan Kuno di Pompeii yang Terkubur Hampir 2.000 Tahun

Tren
Gedung Kemenhan Inggris Disemprot Cat Merah akibat Masih Dukung Persenjataan Israel

Gedung Kemenhan Inggris Disemprot Cat Merah akibat Masih Dukung Persenjataan Israel

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com