Tak Pakai Rapid Test, Ini Syarat Mendaki Gunung Prau, Sindoro, dan Sumbing

Kompas.com - 26/09/2020, 12:31 WIB
Panorama Gunung Sindoro dilihat dari Gunung Sumbing Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaPanorama Gunung Sindoro dilihat dari Gunung Sumbing

KOMPAS.com - Setelah sempat ditutup pada 24 Agustus 2020, sekarang pendakian semua gunung di Wonosobo sudah dibuka kembali dan tidak mensyaratkan rapid test.

Dilansir Kompas.com, Sabtu (26/9/2020), Pemkab Wonosobo mengeluarkan Surat Nomor 443.1/683/2020 tentang Pengetatan Penerapan Protokol Kesehatan bagi Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

Salah satu poinnya adalah ketentuan untuk menunjukkan hasil non-reaktif dari pemeriksaan rapid test atau hasil negatif PCR tidak diberlakukan kembali.

"Iya, Mas. Betul. Adanya informasi rapid test tidak lagi digunakan sebagai syarat pendakian Gunung Prau di Kabupaten Wonosobo," kata Ketua Forum Koordinasi Gunung Prau Indonesia (FKPI) Harsono.

Harsono melanjutkan, protokol kunjungan dan kesehatan pendakian masih sama seperti ketika semua jalur pendakian dibuka untuk umum.

Baca juga: Semua Jalur Pendakian Gunung Prau Kini Tanpa Rapid Test

Lalu apa saja syarat-syarat untuk mendaki gunung-gunung di Wonosobo?

1. Gunung Prau

Seorang pendaki mengibarkan bendera merah putih di Gunung Prau.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Seorang pendaki mengibarkan bendera merah putih di Gunung Prau.

Jalur pendakian di Gunung Prau antara lain melalui basecamp Patak Banteng, Kalilembu, Igirmranak, Dieng, Dwarawati, dan Wates.

Berikut ketentuan pendakian Gunung Prau di era adaptasi kebiasaan baru:

  • Menaati protokol kesehatan era adaptasi kebiasaan baru seperti menjaga jarak, membawa masker dan masker cadangan, membawa hand sanitizer.
  • Kuota pendakian 50 persen dari kapasitas normal. Patak Banteng 1.200 orang per hari, Dieng 500 orang, Dwarawati 200 orang, Kali Lembu 400 orang, Igirmranak 200 orang, dan Wates 500 orang.
  • Tenda diisi 50 persen dari kapasitas normal. Contohnya, jika tenda tersebut berisi kapasitas 4 orang saat normal, pada era adaptasi kebiasaan baru, hanya bisa diisi maksimal 2 orang.

Harga tiket masuk pendakian Rp 25.000.

Baca juga: Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X