Viral Kisah Suami Rawat Istri yang Positif Covid-19 hingga Meninggal, Sempat Rapid Tes 2 Kali Non-Reaktif

Kompas.com - 26/09/2020, 09:20 WIB
Ihsan dan sang istri, Amirah Lahaya saat pengambilan sumpah dan pelantikan sebagai hakim. istimewaIhsan dan sang istri, Amirah Lahaya saat pengambilan sumpah dan pelantikan sebagai hakim.

 

KOMPAS.com - Sebuah unggahan yang menggambarkan kesedihan sang suami karena istrinya yang berprofesi sebagai seorang hakim meninggal dunia karena terpapar Covid-19, viral di media sosial.

Sang suami yang memiliki akun Twitter @ihsanjie, membagikan kisah perjalanan istri tercinta sebelum meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 melalui unggahannya di Twitter.

Dalam unggahannya, @ihsanjie masih mengingat betul detik-detik menjelang kepergian sang istri tersayang menghadap ke Sang Ilahi.

"Bismillah, ini hari kedua sejak istriku dimakamkan di Pemakaman Khusus Covid di Macanda, Gowa, Sulawesi Selatan. Setelah pemakaman di malam itu, aku kembali lagi ke rumah isolasi mandiri. Seorang diri," tulis @ihsanjie mengawali utasnya.

Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut mendapat banyak respons dari warganet. Tercatat, sebanyak 40.000 lebih orang menyukai unggahan itu, dan juga lebih dari 12.200 orang me retweetnya.

Baca juga: Kisah Rayhan Diterima di UI, UNS, Unpad, dan Binus Setelah Gagal SNMPTN dan SBMPTN

Berikut kisahnya:

Sang istri seorang hakim

Kompas.com menghubungi langsung Ihsan selaku pemilik akun Twitter @ihsanjie.

Ihsan menceritakan, sang istri yang bernama Amirah Lahaya, lahir, tumbuh, dan besar di Makassar, Sulawesi Selatan.

Singkat cerita, Ihsan menikah dengan sang istri pada 14 Juli 2018 yang pada saat itu istrinya sudah bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Takalar, Sulawesi Selatan.

"Sebulan setelahnya, istriku dipindahkan dari PN Takalar ke PN Sumber Cirebon. Di PN Sumber itulah dia menjalani masa Calon Hakim nya," kata Ihsan saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (26/9/2020).

Setelah selesai menjalani masa calon hakim, lanjut Ihsan, istrinya lalu diangkat menjadi hakim dan ditempatkan di PN Barru, Sulawesi Selatan sejak April 2020.

Ihsan dan keluarga lalu pindah lagi ke Sulawesi Selatan, kali ini menempati rumah dinas bersama dengan satu orang baby sitter.

"Nah kami baru pindah ke Sulawesi Selatan itu bulan April 2020 saat virus corona mulai merebak di Indonesia," ucap Ihsan.

Kondisi menurun

Waktu terus berjalan hingga pada Jumat, 11 September 2020, istri Ihsan mengeluhkan tidak enak badan dan lelah.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X