[POPULER TREN] Konfirmasi SMS agar Segera Dapat Subsidi Gaji | Mewabah di China, Apa Itu Brucellosis?

Kompas.com - 20/09/2020, 05:30 WIB
Populer tren screenshootPopuler tren

KOMPAS.com - Sejumlah negara Arab seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Keduanya membuka hubungan diplomatik dengan Israel pada 13 Agustus 2020 dan 15 September 2020 lalu.

Dikutip dari TRT Arabi, Jumat (18/9/2020), Sekretaris Presiden AS Mark Meadows mengatakan, normalisasi itu akan diikuti oleh lima negara lain.

Menurut dia, kelima negara itu menunjukkan keseriusannya untuk melakukan normalisasi dengan Tel Aviv.

Berita mengenai sejumah negara Arab yang memilih berdamai denga Israel, termasuk dalam Populer Tren sepanjang hari kemarin.

Selain berita tersebut, berikut ini sejumlah berita Populer Tren sepanjang Sabtu hingga Minggu (20/9/2020).

1. Mengapa negara Arab berdamai dengan Israel?

(Dari kiri ke kanan): Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed bin Sultan Al Nahyan ketika menandatangani Perjanjian Abraham di Bangsal Selatan, gedung Putih, pada 15 September 2020. Diksaksikan Trump, Netanyahu meneken perjanjian damai dengan Uni Emirat Arab, dan deklarasi niat untuk berdamai dengan Bahrain.AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ALEX WONG (Dari kiri ke kanan): Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed bin Sultan Al Nahyan ketika menandatangani Perjanjian Abraham di Bangsal Selatan, gedung Putih, pada 15 September 2020. Diksaksikan Trump, Netanyahu meneken perjanjian damai dengan Uni Emirat Arab, dan deklarasi niat untuk berdamai dengan Bahrain.

Guru Besar Kajian Timur Tengah Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Ibnu Burdah, MA, mengatakan, UEA dan Bahrain sepakat untuk menormalisasi hubungan mereka dengan Israel akibat tekanan dari AS.

Sebab AS merupakan sekutu dekat kedua negara tersebut.

Kedua, mereka harus memikirkan cara agar tetap memiliki pengaruh di kawasan, seiring menguatnya ekspansi Iran dan Turki.

Oleh karena itu, menurut Burdah apa pun akan mereka lakukan demi tetap memiliki pengaruh di Timur Tengah, termasuk mengorbankan solidaritas terhadap Palestina.

Selengkapnya mengenai berita tersebut dapat disimak di sini:

Mengapa Sejumlah Negara Arab Kini Memilih Berdamai dengan Israel?

2. Lakukan ini agar segera dapat subsidi gaji

Ilustrasi SMS Blasting dari BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja yang mendapatkan Bantuan Subsidi Upah/Gaji (BSU).BPJS Ketenagakerjaan Ilustrasi SMS Blasting dari BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja yang mendapatkan Bantuan Subsidi Upah/Gaji (BSU).

BPJS Ketenagakerjaan mengirimkan SMS notifikasi ke sejumlah pekerja calon penerima bantuan subsidi upah (BSU) atau subsidi gaji.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X