Kompas.com - 30/08/2020, 17:33 WIB
Ilustrasi virus corona SHUTTERSTOCK/creativenekoIlustrasi virus corona
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Di media sosial beredar informasi yang menyebutkan ivermectin sebagai obat yang efektif menyembuhkan orang yang terjangkit Covid-19.

Namun, hingga saat ini, Food and Drug Administration (FDA) masih berpegang pada penelitian yang menyatakan perlu pengujian lanjutan untuk memastikan ivermectin bisa mencegah atau mengobati Covid-19.

Dengan demikian, informasi soal ivermectin sebagai obat efektif terhadap Covid-19 salah.

Narasi yang Beredar

Media sosial Twitter akhir-akhir ini dihangatkan banyak twit mengenai ivermectin sebagai obat untuk virus Corona atau Covid-19. Salah satu akun yang mengunggah kabar itu yakni akun Twitter @PaigeZanco.

Berikut twit-nya pada Jumat (28/8/2020).

Sejumlah akun lain juga menyatakan keampuhan ivermectin mampu melawan Covid-19. Salah satunya, akun Twitter @RoosGartner.

Pada Kamis (27/8/2020) dia menulis, "WOW GOOD NEWS #ivermectin cures Corona ifections within 48 hours and is already proved Safe!"

Informasi soal ivermectin sebagai obat Covid-19 sebelumnya pernah tersiar di media sosial beberapa bulan lalu. Salah satunya diunggah akun Facebook Jimmy Iskandar Mba.

Pada 6 April 2020 dia melayangkan posting berikut:

Benarkah klaim bahwa ivermectin dapat mengobati pasien yang terjangkit Covid-19?

Penjelasan FDA

Di laman resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) ditemukan penjelasan soal ivermectin dan kaitannya dengan Covid-19.

Dalam penjelasannya, FDA menegaskan tidak menganjurkan penggunaan ivermectin untuk mengobati Covid-19.

"Meskipun ada penggunaan ivermectin yang disetujui pada manusia dan hewan, ivermectin tidak disetujui untuk pencegahan atau pengobatan Covid-19," tulis FDA.

Menurut FDA, artikel penelitian yang diterbitkan pada Juni 2020 menggambarkan dampak ivermectin pada SARS-CoV-2 pada pengujian laboratorium.

Artikel penelitian itu bertajuk The FDA-approved drug ivermectin inhibits the replication of SARS-CoV2 in vitro.

FDA menyatakan, tipe studi laboratorium pada penelitian tersebut biasanya digunakan pada tahap awal pengembangan obat.

"Pengujian tambahan diperlukan untuk menentukan apakah ivermectin mungkin sesuai untuk mencegah atau mengobati virus Corona atau Covid-19," tegas FDA.

Artikel penelitian menyoroti empat hal. Pertama, Ivermectin adalah penghambat virus penyebab Covid-19 (SARS-CoV-2) in vitro.

Kedua, sebuah pengobatan tunggal mampu mempengaruhi sekitar 5.000 kali lipat penurunan virus pada 48 jam dalam kultur sel.

Ketiga, Ivermectin disetujui FDA untuk infeksi parasit dan karena itu berpotensi digunakan kembali.

Dan, keempat, Ivermectin tersedia secara luas karena dimasukkan dalam daftar obat esensial WHO.

Dalam artikel Kompas.com, Dr Kylie Wagstaff dari Monash Biomedicine Discovery Institute (BDI) mengatakan bahwa pengujian yang dilakukan terhadap ivermectin masih bersifat in vitro atau kultur suatu sel. Perlu pengujian lebih lanjut untuk penggunaan dosis terhadap manusia.

Organisasi pengecek fakta, Snopes, menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk menyatakan ivermectin dapat mengobati Covid-19.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com, kabar bahwa ivermectin dapat mengobati Covid-19 tidak benar. Masih dibutuhkan pengujian lanjutan untuk menegaskan keampuhan ivermectin sebagai obat Covid-19.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X