Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Update Virus Corona di Dunia 26 Agustus: 24 Juta Orang Terinfeksi | 10 Negara dengan Kasus Covid-19 Terbanyak

Kompas.com - 26/08/2020, 08:05 WIB
Dandy Bayu Bramasta,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

Sumber Al Jazeera

KOMPAS.com - Penyebaran virus corona secara global, masih terus bertambah dari hari ke harinya.

Melansir data dari laman Worldometers, total kasus Covid-19 di dunia terkonfirmasi sebanyak 24.031.320 (24 juta) kasus hingga Rabu (26/8/2020).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.579.882 (16,5 juta) pasien telah sembuh, dan 822.233 orang meninggal dunia.

Kasus aktif hingga saat ini tercatat sebanyak 6.629.205 dengan rincian 6.567.535 pasien dengan kondisi ringan dan 61.670 dalam kondisi serius.

Baca juga: Indonesia Terserah, Kebijakan Plin-plan, dan Pembiaran Negara...

Berikut 10 negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak:

1. Amerika Serikat, 5.952.872 kasus, 182.283 orang meninggal, total sembuh 3.241.387.

2. Brasil, 3.674.176 kasus, 116.666 orang meninggal, total sembuh 2.848.395.

3. India, 3.231.754 kasus, 59.612 orang meninggal, total sembuh 2.467.252.

4. Rusia, 966.189 kasus, 16.568 orang meninggal, total sembuh 779.747.

5. Afrika Selatan, 613.017 kasus, 13.308 orang meninggal, total sembuh 520.381.

6. Peru, 600.438 kasus, 27.813 orang meninggal, total sembuh 407.301.

7. Meksiko, 563.705 kasus, 60.800 orang meninggal, total sembuh 389.124.

8. Kolombia, 562.128 kasus, 17.889 orang meninggal, total sembuh 395.470.

9. Spanyol, 423.224 kasus, 28.924 orang meninggal.

10. Cile, 400.985 kasus, 10.958 orang meninggal, total sembuh 374.463.

Baca juga: Ramai Tagar Indonesia Terserah, Apakah Tenaga Medis Menyerah?

Indonesia

Warga memotret papan informasi tentang jumlah warga terpapar COVID-19 di kawasan Kemang, Jakarta, Jumat (21/8/2020). Papan informasi itu menjadi salah satu bentuk kampanye baru untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya virus corona baru (COVID-19). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.  *** Local Caption ***   ANTARA FOTO/RENO ESNIR Warga memotret papan informasi tentang jumlah warga terpapar COVID-19 di kawasan Kemang, Jakarta, Jumat (21/8/2020). Papan informasi itu menjadi salah satu bentuk kampanye baru untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya virus corona baru (COVID-19). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj. *** Local Caption ***

Kasus virus corona di Indonesia tercatat juga mengalami peningkatan, baik dari jumlah kasus, sembuh, maupun yang meninggal dunia.

Hingga Selasa (25/8/2020) pukul 12.00 WIB, kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 2.447. Sehingga jumlahnya saat ini menjadi 157.859 orang.

Sedangkan untuk kasus sembuh, juga ada penambahan sebanyak 1.807 orang.

Penambahan itu sekaligus menjadikan total pasien yang telah sembuh menjadi 112.867 orang.

Namun, pasien yang meninggal dunia karena infeksi Covid-19 ini juga ikut bertambah sebanyak 99 orang.

Maka, jumlah pasien yang meninggal dunia kini jumlahnya menjadi 6.858 orang.

Baca juga: Uji Klinis Fase 3 Baru Dimulai, Kenapa 50 Juta Bulk Vaksin Covid-19 Sudah Mulai Diterima November?

Lebanon

University students who volunteered to help clean damaged homes and give other assistance, pass in front of a building that was damaged by last weeks explosion, in Beirut, Lebanon, Tuesday, Aug. 11, 2020. The explosion that tore through Beirut left around a quarter of a million people with homes unfit to live in. But there are no collective shelters, or people sleeping in public parks. That?s because in the absence of the state, residents of Beirut opened their homes to relatives, friends and neighbors. (AP Photo/Hussein Malla)Hussein Malla University students who volunteered to help clean damaged homes and give other assistance, pass in front of a building that was damaged by last weeks explosion, in Beirut, Lebanon, Tuesday, Aug. 11, 2020. The explosion that tore through Beirut left around a quarter of a million people with homes unfit to live in. But there are no collective shelters, or people sleeping in public parks. That?s because in the absence of the state, residents of Beirut opened their homes to relatives, friends and neighbors. (AP Photo/Hussein Malla)

Usai ledakan hebat di Lebanon, negara tersebut kini melaporkan jumlah tertinggi kematian akibat Covid-19 yang tertinggi sejak Februari 2020.

Mengutip Al Jazeera, Selasa (26/8/2020), pihak berwenang Lebanon mengonfirmasi ada 12 orang meninggal karena Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Sehingga, jumlah korban meninggal karena terinfeksi Covid-19 di Lebanon menjad 138 kasus.

Sementara itu, kementerian kesehatan juga mengumumkan 532 kasus baru, sehingga jumlah total infeksi yang dikonfirmasi menjadi 13.687.

Baca juga: Ledakan di Beirut Lebanon Disebut Mirip Peristiwa Bom Hiroshima

Peru

Masih dari sumber yang sama, para warga Peru dapat mengirimkan ucapan selamat tinggal kepada para orang terkasihnya yang meninggal karena Covid-19 melalui papan reklame.

Terlebih, bagi mereka yang tidak dapat mengucapkan selamat tinggal kepada rang-orang terkasih yang telah meninggal selama pandemi virus corona.

Mereka dapat memanfaatkan papan reklame untuk mengucapkan selamat tinggal.

Di sekitar ibu kota, Lima, dan di delapan kota lainnya, poster dan papan reklame memberi penghormatan kepada para korban meninggal karena Covid-19.

Baca juga: Tanggapan IDI soal Tudingan Kasus Corona merupakan Proyek Memperkaya Dokter

Perancis

Jumlah kasus harian Covid-19 di Perancis terkonfirmasi mengalami penurunan dari pada minggu lalu.

Kementerian kesehatan Perancis mengatakan, tercatat 3.304 infeksi virus corona baru, sehingga total kumulatif menjadi 248.158.

Seperti diketahui, pada minggu lalu Perancis mengonfirmasi lebih dari 3.600 kasus dalam sehari dan 4.897 kasus pada Minggu (23/8/2020).

Baca juga: Kisah Chanee Kalaweit, Bule Perancis yang Jadi Korban Kabut Asap

Afrika

Sebuah foto yang diambil pada akhir 29 Mei 2020 menunjukkan tanda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kantor pusat, di Jenewa, di tengah wabah COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona.FABRICE COFFRINI / AFP Sebuah foto yang diambil pada akhir 29 Mei 2020 menunjukkan tanda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kantor pusat, di Jenewa, di tengah wabah COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona.

Wabah virus corona yang melanda benua Afrika, dikatakan telah mencapai puncaknya.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur WHO regional Afrika Matshidio Moeti dalam pertemuan yang disiarkan secara daring.

Walaupun dikatakan telah mencapai puncaknya, Moeti tetap memperingatkan agar tidak berpuas diri untuk menghindari gelombang kedua.

Moeti mengatakan pada konferensi para menteri kesehatan Afrika bahwa jumlah kasus baru menurun.

"Kami melihat bahwa kami telah mengalami apa yang tampaknya telah mencapai puncaknya, dan sekarang kami memiliki jumlah kasus harian yang dilaporkan secara keseluruhan di wilayah itu menurun," kata Moeti.

Baca juga: Menengok Bagaimana Ebola Membantu Afrika Menghadapi Virus Corona...

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Tingkat Risiko Kegiatan pada Masa Pandemi Covid-19

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Sumber Al Jazeera
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com