Kompas.com - 22/08/2020, 15:30 WIB
Film Tilik Ravacana FilmsFilm Tilik
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Film pendek Tilik masih menyedot perhatian publik. Selain soal nyinyiran Bu Tejo, viralnya film tersebut lantaran dirasa merefleksikan dan lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di media sosial Twitter, film berbahasa Jawa besutan Wahyu Agung Prasetyo tersebut bahkan masih ramai menjadi perbincangan dan masuk trending topic atau daftar terpopuler pada Sabtu (22/8/2020).

Diketahui, film Tilik bercerita tentang kisah rombongan ibu-ibu yang menempuh perjalanan dengan truk untuk menjenguk Ibu Lurah yang sedang sakit di rumah sakit.

Baca juga: Rekomendasi 25 Film Korea Terbaik Abad 21

Berikut sejumlah fakta mengenai film "Tilik":

1. Berawal dari fenomena tilik di rumah sakit di Yogyakarta

Ide pembuatan film Tilik ini berawal dari penulis cerita Bagus Sumartono.

Waktu itu, pada 2016 silam, yang bersangkutan melihat fenomena tilik di rumah sakit di Yogyakarta.

"Jadi di sana dia melihat ada truk yang membawa orang banyak untuk menjenguk orang sakit di rumah sakit itu. Dia merasa fenomena itu unik dan sangat seksi untuk diangkat ke medium film," ujar Elene Rosmeisara, produser film Tilik kepada Kompas.com, Rabu (19/8/2020).

Namun, sampai kepadanya, menurut Elen, ide tersebut terlalu mahal untuk direalisasikan pada 2016.

"Akhirnya, dua tahun berlalu, di 2018, ada Danais ini dan kami merasa siap. Kami submit, dibuat naskahnya, kita observasi ke desa di Jogja di mana fenomena itu ada dan jadilah film Tilik," jelas Elen.

Baca juga: Viral, Scan Negatif Film Kini Lebih Mudah Pakai Aplikasi di Ponsel

2. Proses pembuatan sekitar 8-9 bulan

Tangkapan layar karakter Bu Tejo dalam film Tilik yang viralscreenshoot Tangkapan layar karakter Bu Tejo dalam film Tilik yang viral

Menurut Elen, pembuatan film Tilik memakan waktu cukup lama.

Selain proses supervisi naskah sekitar 2-4 bulan, proses editing juga memakan waktu sekitar 2-3 bulan.

"Jadi, kalau ditotal, ada sekitar 8-9 bulan untuk akhirnya film jadi, dari proses submit naskah dan proposal ke Disbud hingga film akhirnya jadi," jelasnya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.