FSGI Sarankan PPDB Jakarta Jalur Zonasi Diperpanjang, Ini Alasannya...

Kompas.com - 30/06/2020, 11:25 WIB
Sejumlah orang tua murid terdampak PPDB DKI Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.Sejumlah orang tua murid terdampak PPDB DKI Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2020).

KOMPAS.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta tahun ini masih mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Ramainya perhatian publik terhadap persoalan pelaksanaan kebijakan PPDB Jakarta ini diawali dari implementasi Surat Keputusan Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 501 tentang Petunjuk Teknis PPDB DKI Jakarta untuk sekolah-sekolah negeri.

Para orangtua melakukan protes karena anaknya tak diterima di sekolah negeri akibat sistem teknis penerimaan siswa baru berdasarkan usia, bukan berdasarkan prioritas jarak rumah calon peserta didik ke sekolah di zona yang sama berbasis kelurahan.

Sebagai tambahan informasi, tahun ajaran baru dimulai dua minggu lagi atau pada 13 Juli 2020.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI) Satriwan Salim, Dinas Pendidikan DKI Jakarta diharapkan dapat memperpanjang pendaftaran untuk jalur zonasi atau jarak.

"Artinya para calon siswa yang kemarin tertolak oleh sistem karena usia muda, itu bisa mendaftar kembali di zona atau kelurahan masing-masing," kata Satriwan kepada Kompas.com, Selasa (30/6/2020).

Satriwan menambahkan, hal tersebut jauh lebih adil dan proporsional daripada membiarkan atau menyerahkan calon siswa untuk masuk sekolah swasta, sebab tak semua orang tuanya mampu secara ekonomi.

Baca juga: PPDB Jakarta dan Polemik soal Prioritas Siswa Berusia Lebih Tua...

Selain itu, prioritas jarak rumah siswa dengan sekolah di satu zona ini merupakan perintah Pasal 25 Ayat 1 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB 2020.

"Bagi FSGI, persoalan PPDB DKI Jakarta ini jangan sampai berlarut-larut, terus-menerus menyita perhatian dan energi publik," paparnya.

Kondisi tersebut menurutnya dapat membuat para siswa calon peserta didik baru makin tertekan, cemas dan tak menutup kemungkinan depresi lantaran mimpi bersekolah di sekolah negeri akan kandas.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X