Pandemi Covid-19, Fokus di Dalam, Apa Kabar Pintu Gerbang?

Kompas.com - 15/06/2020, 07:04 WIB
Petugas Satpol PP DKI Jakarta memeriksa dokumen kesehatan dan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta penumpang pesawat setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). PT. Angkasa Pura II selaku pengelola bandara Soetta bekerja sama dengan TNI, Polri dan Satpol PP DKI Jakarta memberlakukan tiga pos pemeriksaan salah satunya pemeriksaan SIKM Jakarta bagi semua penumpang pesawat yang akan masuk ke DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALPetugas Satpol PP DKI Jakarta memeriksa dokumen kesehatan dan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta penumpang pesawat setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). PT. Angkasa Pura II selaku pengelola bandara Soetta bekerja sama dengan TNI, Polri dan Satpol PP DKI Jakarta memberlakukan tiga pos pemeriksaan salah satunya pemeriksaan SIKM Jakarta bagi semua penumpang pesawat yang akan masuk ke DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

 


INDONESIA memutuskan akan segera menghadapi kehidupan normal yang baru (new normal). Menghadapi babak baru itu, Jakarta saat ini menjalankan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Hari Ini, 15 Juni 2020, sejumlah mal di Jakarta akan mulai buka dengan protokol kesehatan yang konon akan dijaga ketat.

Kementerian Perhubungan juga mulai melonggarkan aturan soal kapasitas penumpang pesawat. Jika sebelumnya kapasitas penumpang dibatasi 50 persen, kini diizinkan hingga 70 bahkan 100 persen untuk pesawat tertentu.

Pertanyaannya, apakah kebijakan-kebijakan di atas tepat saat angka pandemi di Indonesia terus mencatatkan rekor baru. Apakah masyarakat aman? Bagaimana potensi penularannya? Bagaimana pula menjaganya bersama-sama?

Di atas 1.000 kasus

Beberapa hari ini kita melihat fakta penambahan jumlah pasien positif lebih dari 1.000 kasus per hari.

Memang ada yang mengatakan bahwa angka ini naik karena jumlah tes yang dilakukan pada bulan Juni ini meningkat mencapai 12.700 spesimen per hari.

Baca juga: 10 Hari PSBB Transisi, Ada 1.263 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Namun, fakta ini membuka mata bahwa di luar sana masih banyak orang yang terinfeksi Covid-19..

Meski demikian, kehidupan tidak boleh berhenti. Ada pola normal baru yang harus dijalankan menjadi sebuah keniscayaan.

Hanya saja, di mana batasnya? Apakah keran dibuka seperempat, sepertiga, setengah, atau dua per tiga?

Percayalah, jawaban ini tidak ada formulasi khususnya, setidaknya dalam waktu dekat!

Meraba-raba kebijakan

Salah seorang pejabat penting negara ini berbicara kepada saya secara off the record, bahwa yang terjadi saat ini adalah meraba-raba.

Masing-masing kebijakan mengintip negara lain: apa yang terjadi dan bagaimana efeknya. Tidak ada formulasi pasti yang bisa diterapkan, bahkan berbasis penelitian dan ilmu pengetahuan sekalipun.

Sebab, virus Corona yang menyebabkan Covid-19 ini belum sepenuhnya bisa dipetakan. Penelitian atas virus ini masih terus dilakukan di seluruh duni.

Alhasil, formulasi yang bisa dilakukan adalah menutup keran atau membuka sebagian demi berlangsungnya kehidupan. Kajian-kajian yang dilakukan sifatnya jangka pendek yang mengiringi kebijakan lokal yang dibuat. Memang kondisi ini tidak pernah dialami oleh generasi tetua kita sebelumnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X