Mengapa Angka Kematian di Italia akibat Corona Tertinggi di Dunia?

Kompas.com - 25/03/2020, 13:29 WIB
Seorang perawat berupaya menenangkan rekannya saat pergantian shift mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. AFP/PAOLO MIRANDASeorang perawat berupaya menenangkan rekannya saat pergantian shift mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona.

KOMPAS.com - Perhatian dunia bergeser dari Wuhan ke Italia saat beberapa waktu terakhir negara asal Menara Pisa ini melaporkan angka kematian harian yang tinggi akibat virus corona.

Pada Rabu (25/3/2020), tercatat lebih dari 6.000 kematian terjadi di Italia.

Dilansir dari SCMP, ada 6.820 kematian hingga Rabu (25/3/2020) pada pukul 11.30 WIB dan total kasus di Italia sebanyak 69.176 kasus.

Baca juga: Update Virus Corona di Dunia: Tembus 168 Negara, 107.247 Sembuh, 18.612 Meninggal

Tingkat kematian tertinggi

Angka kematian tersebut lebih tinggi daripada China yang merupakan pusat pandemi. Kini di daratan China ada 3.281 kematian.

Dilansir Al-Jazeera (24/3/2020), tingkat kematian Italia tertinggi di dunia, yaitu lebih dari 9 persen.

Sedangkan di China angka kematian berada pada 3,8 persen. Lalu di Jerman yang telah melaporkan lebih dari 24.000 kasus dan 94 kematian, angka kematiannya 0,3 persen.

Italia telah berusaha mengambil langkah-langkah ekstrem seperti lockdown nasional, tapi tetap tidak dapat "meratakan kurva".

Meratakan kurva artinya memperlambat penyebaran penyakit menular.

Baca juga: Potret Penanganan Virus Corona di Indonesia...

Mengapa tingkat kematian coronavirus di Italia begitu tinggi?

Hanya memeriksa pasien bergejala parah

Update penyebaran virus corona di belahan dunia hingga Rabu (25/3/2020) pukul 13.00 WIB.scmp.com Update penyebaran virus corona di belahan dunia hingga Rabu (25/3/2020) pukul 13.00 WIB.

Kepala unit penyakit menular di RS Sacco di Milan Massimo Galli mengungkapkan, angka yang terkonfirmasi saat ini tidak mewakili seluruh populasi yang terinfeksi.

Dia menjelaskan, ketika situasi darurat memburuk dengan cepat selama sebulan terakhir, Italia memfokuskan pengujiannya hanya pada orang-orang yang menunjukkan gejala parah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.677 Orang Terinfeksi Covid-19, Kapan Virus Corona di RI Berakhir?

1.677 Orang Terinfeksi Covid-19, Kapan Virus Corona di RI Berakhir?

Tren
Virus Corona: Efek ke Sistem Pernafasan, Gejala, dan Orang Paling Berisiko Terinfeksi Covid-19

Virus Corona: Efek ke Sistem Pernafasan, Gejala, dan Orang Paling Berisiko Terinfeksi Covid-19

Tren
Update: Perkembangan Wabah Corona di ASEAN, Kamboja, Laos, dan Vietnam Laporkan 0 Kematian

Update: Perkembangan Wabah Corona di ASEAN, Kamboja, Laos, dan Vietnam Laporkan 0 Kematian

Tren
Update: 6 Kabar Baik Soal Penanganan Virus Corona di Indonesia

Update: 6 Kabar Baik Soal Penanganan Virus Corona di Indonesia

Tren
Ramai Penolakan Warga, Berbahayakah Pemakaman Jenazah Positif Virus Corona di TPU?

Ramai Penolakan Warga, Berbahayakah Pemakaman Jenazah Positif Virus Corona di TPU?

Tren
INFOGRAFIK: Beda PSBB dengan Karantina Wilayah

INFOGRAFIK: Beda PSBB dengan Karantina Wilayah

Tren
Update 5 Provinsi dengan Kasus Terbanyak di Indonesia

Update 5 Provinsi dengan Kasus Terbanyak di Indonesia

Tren
5 Kebijakan  Jokowi Tangani Covid-19, Gratiskan Tarif Listrik hingga Keringanan Kredit

5 Kebijakan Jokowi Tangani Covid-19, Gratiskan Tarif Listrik hingga Keringanan Kredit

Tren
INFOGRAFIK: Protokol Layanan Nikah Kemenag untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

INFOGRAFIK: Protokol Layanan Nikah Kemenag untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

Tren
Kecepatan Berita Versus Kecepatan Virus

Kecepatan Berita Versus Kecepatan Virus

Tren
Tekan Penyebaran Corona, Seberapa Efektif Physical Distancing dan Harus Sampai Kapan?

Tekan Penyebaran Corona, Seberapa Efektif Physical Distancing dan Harus Sampai Kapan?

Tren
Jaga Daya Tahan Tubuh, Cukupkah Hanya Konsumsi Vitamin C Setiap Hari?

Jaga Daya Tahan Tubuh, Cukupkah Hanya Konsumsi Vitamin C Setiap Hari?

Tren
FDA Keluarkan Izin Terbatas Penggunaan Klorokuin untuk Pengobatan Covid-19 di AS

FDA Keluarkan Izin Terbatas Penggunaan Klorokuin untuk Pengobatan Covid-19 di AS

Tren
Work from Home, Berikut Tips Lindungi Keluarga Anda di Rumah dari Virus Corona

Work from Home, Berikut Tips Lindungi Keluarga Anda di Rumah dari Virus Corona

Tren
[HOAKS] Meletakkan 2 Butir Amoxicillin di Tandon Air Jadi Penangkal Corona

[HOAKS] Meletakkan 2 Butir Amoxicillin di Tandon Air Jadi Penangkal Corona

Tren
komentar
Close Ads X