Nyepi

Kompas.com - 25/03/2020, 11:45 WIB
Gubernur beserta pemuka agama setempat sepakat untuk membatasi perayaan Nyepi tahun ini di tengah wabah Covid-19. Getty ImagesGubernur beserta pemuka agama setempat sepakat untuk membatasi perayaan Nyepi tahun ini di tengah wabah Covid-19.

HARI ini, 25 Maret 2020, bangsa Indonesia merayakan Hari Raya Nyepi. Hari Raya Nyepi merupakan warisan peradaban kearifan tradisional masyarakat Nusantara, yang kini disebut sebagai Indonesia.

Nyepi

Hari ini masyarakat Pulau Bali menyepikan diri di mana segenap jalan raya lengang bahkan sepi-sunyi-senyap akibat segenap warga beserta keluarga menyepikan diri di rumah masing-masing demi menjauhkan diri dari keduniawian agar bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta Alam Semesta serta segenap kehidupan di dalamnya.

Sejak dahulu kala masyarakat Pulau Dewata sudah menyadari bahwa terlalu sibuk dengan keduniawian rawan merusak akhlak serta budi-pekerti sehingga rawan memunculkan angkara murka kerakusan dan kebencian yang rawan bukan hanya merusak, namun bahkan memusnahkan peradaban umat manusia.

Bukanlah suatu kebetulan maka pasti ada makna adiluhur tersendiri bahwa Hari Raya Nyepi berada pada masa puncak prahara angkara murka wabah virus corona sedang mencengkeram kehidupan umat manusia.

Hening

Pada hakikatnya, Hari Raya Nyepi mengajak umat manusia bukan hanya di Bali, bukan hanya di Indonesia, namun di segenap pelosok planet Bumi, untuk menjauhkan diri dari hiruk-pikuk kebisingan duniawi demi lebih mendekatkan diri ke keheningan pada lubuk sanubari masing-masing di kediaman masing-masing.

Penyadaran atas keheningan agar kita menjauhkan diri dari angkara murka yang senantiasa siap merusak peradaban di marcapada. Termasuk angkara murka prahara wabah virus corona.

Menakjubkan bahwa kearifan tradisional Hari Raya Nyepi sudah sejak dahulu menyadari bahwa stay at home merupakan cara terbaik untuk mencegah wabah penyakit menular.

Hari Raya Nyepi menyadarkan diri kita semua untuk lebih mawas diri demi melakukan spiritual-distancing menjauhkan diri kita dari angkara murka kebencian dan kerakusan.

Dengan menjauhkan diri angkara-murka, setiap insan manusia bisa lebih memfokuskan segenap energi lahir-batin masing-masing bagi upaya mempersembahkan perhatian, peduli, belarasa serta terutama welas asih dan kasih sayang kepada sesama manusia, sesama mahluk hidup dan alam lingkungan hidup kita bersama ini.

Selamat merayakan Hari Raya Nyepi.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X