Kompas.com - 17/03/2020, 19:16 WIB

KOMPAS.com - Di bulan ketiga penyebarannya, virus corona atau SARS-CoV-2 diketahui sudah menginfeksi lebih dari 180.000 jiwa di ratusan negara di seluruh dunia.

Virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 ini disebut memiliki gejala ringan seperti deman, batuk, sakit tenggorokan, dan sulit bernafas.

Namun, ada juga pasien yang akhirnya dinyatakan positif terinfeksi virus yang pertama kali terdeteksi dari Wuhan, China ini meski tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Positif dan negatifnya seseorang dari infeksi virus corona baru hanya dapat diketahui dari proses uji laboratorium atau tes yang dilakukan.

Melansir artikel dari Economics Times (15/3/2020), untuk mengetahui infeksi virus corona, sejauh ini belum ada alat khusus yang tersedia di dunia kedokteran.

Meskipun begitu, keberadaan corona dalam tubuh manusia dapat dideteksi melalui serangkaian tes atau uji kesehatan di rumah sakit atau laboratorium khusus.

Baca juga: INFOGRAFIK: Kenali Gejala Awal Terinfeksi Virus Corona dari Hari ke Hari

Perlu diingat, tidak semua rumah sakit atau laboratorium memiliki kapasitas untuk melakukan serangkaian tes ini. Hanya rumah sakit yang telah tersertifikasi yang dapat melakukannya.

Apa saja proses tes virus corona tersebut?

Tes usap

Laboratorium akan mengabil kapas khusus dan mengambil sampel dari bagian dalam tenggrokan atau hidung pasien yang diperiksa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.