Kompas.com - 01/03/2020, 12:35 WIB
Seorang perempuan Afghanistan mengenakan masker setelah kasus virus corona pertama terdeteksi di dekat perbatasan Iran; di Herat, Afghanistan, 25 Februari 2020. EPA-EFE/JALIL REZAYEE JALIL REZAYEESeorang perempuan Afghanistan mengenakan masker setelah kasus virus corona pertama terdeteksi di dekat perbatasan Iran; di Herat, Afghanistan, 25 Februari 2020. EPA-EFE/JALIL REZAYEE

KOMPAS.com - Lonjakan kasus virus corona di luar China terus meningkat dalam dua minggu terakhir, termasuk di Timur Tengah.

Meski bukan menjadi negara pertama di Timur Tengah yang terinfeksi, Iran menjadi pusat penyebaran virus corona di kawasan tersebut.

Sebab, setelah pengumuman kasus pertama pada 19 Februari, sejumlah negara di Timur Tengah lain secara berurutan mengkonfirmasi adanya kasus baru yang sebagian besar baru tiba dari Iran.

Hingga saat ini, 13 negara di Timur Tengah telah melaporkan adanya virus corona dengan jumlah total 738 kasus.

Baca juga: Meluas, AS dan Australia Laporkan Kematian Pertama akibat Virus Corona

Berikut perkembangan terkini virus corona di kawasan yang kaya akan minyak itu:

Qatar

Kementerian Kesehatan Qatar melaporkan kasus pertama coronavirus baru di negara itu pada hari Sabtu (29/2/2020), dilansir dari Middle East Monitor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasien tersebut merupakan warga berusia 36 tahun yang baru-baru ini dievakuasi dari Iran.

Iran

Kematian di Iran akibat virus corona telah mencapai 43 orang, jumlah tertinggi di luar China. Sementara jumlah total orang yang terinfeksi telah meningkat menjadi 593 kasus.

Iran merupakan titik episentrum wabah di kawasan itu dengan beberapa negara yang melaporkan kasus virus corona berasal dari Iran.

"Sembilan orang meninggal karena virus dalam 24 jam terakhir, menambah angka kematian menjadi 43," juru bicara Kementerian Kesehatan Kianush Jahanpur mengatakan kepada TV pemerintah, seperti dilansir dari Reuters.

Beberapa pejabat tinggi, termasuk seorang wakil presiden dan wakil menteri kesehatan telah dites positif ketika wabah itu memaksa pemimpin tertinggi Iran untuk menutup parlemen dan memberlakukan larangan perjalanan internal.

Satu anggota parlemen, yang dipilih dalam jajak pendapat 21 Februari di Iran, telah meninggal karena virus korona pada Sabtu (29/2) kemarin.

Baca juga: Update Terkini Virus Corona, Tembus 61 Negara, 86.529 Kasus dan 2.979 Kematian

Kuwait

Kementerian kesehatan Kuwait telah mengonfirmasi 45 kasus virus corona di negaranya, Jumat (28/2/2020).

Semua pasien virus corona di negara tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Iran dalam waktu dekat.

Pemerintah Kuwait pada Kamis (27/2/2020) telah mengumumkan serangkaian langkah, termasuk memaksa penumpang penerbangan untuk menandatangani surat pernyataan yang berisi kesediaan mereka untuk dikarantina selama dua minggu.

Mereka yang tidak mematuhi aturan itu akan mendapat hukuman, seperti diberitakan Reuters.

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.