Indonesia Negatif Corona, Langkanya Masker Wajah, dan Naiknya Harga Kebutuhan Pokok

Kompas.com - 16/02/2020, 18:30 WIB
epaselect epa08163556 A masked shopper looks at the empty baskets on a counter in a supermarket in Wuhan in central Chinas Hubei province 25 January 2020. The city struck by the 2019-nCoV virus will ban private traffic starting on Sunday, prompting citizens to a shopping spree of necessities and groceries.  EPA-EFE/YUAN ZHENG CHINA OUT YUAN ZHENGepaselect epa08163556 A masked shopper looks at the empty baskets on a counter in a supermarket in Wuhan in central Chinas Hubei province 25 January 2020. The city struck by the 2019-nCoV virus will ban private traffic starting on Sunday, prompting citizens to a shopping spree of necessities and groceries. EPA-EFE/YUAN ZHENG CHINA OUT

KOMPAS.com - Indonesia belum secara resmi mengonfirmasi satu kasus virus corona

Padahal virus tersebut telah menginfeksi puluhan ribu orang dan merenggut 1.669 nyawa.

Namun warga di negara kepulauan berpenduduk 260 juta ini mulai cemas dan memborong perbelanjaan di sejumlah toko.

Pertanyaannya adalah mengapa?

Borong masker, disinfektan dan pembersih lantai

Melansir South Morning China Post (15/2/2020), pelanggan yang khawatir  memasukkan barang-barang yang bersifat tahan lama ke troli belanja.

Sejumlah barang seperti masker wajah, disinfektan, dan pembersih lantai menghilang dari rak, tanpa tersedia stok pengganti.

Kekhawatiran warga dengan memborong belanjaan merupakan contoh dampak yang timbul lantaran merebaknya wabah virus corona dan telah terjadi di Singapura, Hong Kong dan Jepang.

Hal yang sama sekarang terjadi di Indonesia.

Sejumlah barang seperti masker, tisu antiseptik, dan pembersih rumah semuanya habis terjual. Hal tersebut terjadi di apotek baik yang berada di pusat perbelanjaan mewah maupun daerah kumuh di Jakarta dan daerah sekitarnya pada Kamis dan Jumat pekan ini.  

Terdapat laporan serupa bahwa di beberapa kota di Indonesia telah kekurangan masker wajah.

Baca juga: Kominfo Imbau Waspada Penyebaran Virus Corona Lewat Kiriman Pos, Simak Infonya di Sini

"Ada kesalahpahaman bahwa mengenakan masker adalah kebutuhan dasar," ungkap Wiendra Waworuntu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di Jakarta kepada kantor berita Antara.

"Faktanya, kebutuhan dasar adalah mengonsumsi makanan bergizi dalam diet seimbang, cukup istirahat, dan jika Anda merasa tidak enak badan, segera periksakan ke fasilitas kesehatan," kata dia.

Meski kekhawatiran itu nyata, tetapi beberapa orang di ibu kota melihat faktor lain juga berperan sehingga menimbulkan istilah "pra-penimbunan" dan "pra-panik".

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Kemungkinan soal Penggembungan pada Tubuh Gunung Merapi...

Dua Kemungkinan soal Penggembungan pada Tubuh Gunung Merapi...

Tren
Viral, Video Cara Mematikan Kutu dengan Raket Listrik ke Tubuh Kucing, Ini Penjelasan Dokter...

Viral, Video Cara Mematikan Kutu dengan Raket Listrik ke Tubuh Kucing, Ini Penjelasan Dokter...

Tren
Maria Pauline Lumowa Diekstradisi Setelah 17 Tahun Buron, Bagaimana dengan Djoko Tjandra?

Maria Pauline Lumowa Diekstradisi Setelah 17 Tahun Buron, Bagaimana dengan Djoko Tjandra?

Tren
Analisis Pakar Penerbangan soal MV-22 Osprey Block C, Benarkah Sering Jatuh?

Analisis Pakar Penerbangan soal MV-22 Osprey Block C, Benarkah Sering Jatuh?

Tren
Gunung Merapi Disebut Alami Penggembungan, Berikut Analisis BPPTKG

Gunung Merapi Disebut Alami Penggembungan, Berikut Analisis BPPTKG

Tren
Selain Maria Pauline Lumowa, Siapa Saja yang Pernah Dijerat Kasus Pembobolan BNI?

Selain Maria Pauline Lumowa, Siapa Saja yang Pernah Dijerat Kasus Pembobolan BNI?

Tren
[HOAKS] 1.000 Santri di Kudus Tak Sadarkan Diri Setelah Rapid Test

[HOAKS] 1.000 Santri di Kudus Tak Sadarkan Diri Setelah Rapid Test

Tren
Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara, Lakukan 6 Hal Ini untuk Lindungi Diri

Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara, Lakukan 6 Hal Ini untuk Lindungi Diri

Tren
Melihat Kembali Kasus Pembobolan BNI yang Jerat Maria Pauline Lumowa...

Melihat Kembali Kasus Pembobolan BNI yang Jerat Maria Pauline Lumowa...

Tren
Kedaulatan Alam Maya Nusantara

Kedaulatan Alam Maya Nusantara

Tren
INFOGRAFIK: 8 Cara Mengatasi Sariawan secara Alami

INFOGRAFIK: 8 Cara Mengatasi Sariawan secara Alami

Tren
Pendaki Gunung Guntur Hilang secara Misterius Dimungkinkan karena Paradoxical Undressing, Apa Itu?

Pendaki Gunung Guntur Hilang secara Misterius Dimungkinkan karena Paradoxical Undressing, Apa Itu?

Tren
Update Virus Corona Dunia 9 Juli: 12,1 Juta Orang Terindeksi | Kasus di AS Capai 3 Juta

Update Virus Corona Dunia 9 Juli: 12,1 Juta Orang Terindeksi | Kasus di AS Capai 3 Juta

Tren
Catat Angka Harian Tertinggi, Ini 10 Provinsi dengan Kasus Baru Terbanyak

Catat Angka Harian Tertinggi, Ini 10 Provinsi dengan Kasus Baru Terbanyak

Tren
Negara-negara yang Disebut Jadi Episentrum Covid-19 di Dunia

Negara-negara yang Disebut Jadi Episentrum Covid-19 di Dunia

Tren
komentar
Close Ads X