Kompleksnya Gunung Taal di Filipina, Gunung Bayi yang Berbahaya

Kompas.com - 15/01/2020, 06:30 WIB
Pemandangan Gunung Berapi Taal yang meletus di Filipina, Minggu (12/1/2020). Setidaknya 10.000 orang dilaporkan mengungsi setelah Gunung Taal  meletus dan pemerintah setempat mengumumkan menaikkan level peringatan ke tingkat tertinggi kedua, dengan letusan dahsyat bakal terjadi dalam hitungan jam hingga hari. ANTARA FOTO/JON PATRICK LAURENCEPemandangan Gunung Berapi Taal yang meletus di Filipina, Minggu (12/1/2020). Setidaknya 10.000 orang dilaporkan mengungsi setelah Gunung Taal meletus dan pemerintah setempat mengumumkan menaikkan level peringatan ke tingkat tertinggi kedua, dengan letusan dahsyat bakal terjadi dalam hitungan jam hingga hari.

KOMPAS.com - Gunung Taal yang meletus pada Senin (13/1/2020) masih menjadi perbincangan publik. Gunung tersebut merupakan salah satu gunung paling aktif di Filipina.

Dilansir dari BBC, selama beberapa hari terakhir, gunung ini telah memuntahkan lava, memicu gempa bumi, dan memancarkan gumpalan abu besar yang telah menyebar ke seluruh Pulau Luzon dan sekitarnya.

Para ilmuan khawatir akan ada letusan berbahaya yang lebih besar terjadi.

Meskipun masuk dalam kategori gunung berapi kecil, letusannya tidak bisa diremehkan.

"Sangat kecil tapi gunung berapi yang berbahaya," kata Kepala Institus Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Philvolcs), Renato Solidum.

Gunung berapi kompleks

Gunung Taal merupakan gunung berapi kompleks. Gunung tersebut tidak hanya memiliki satu lubang angin atau kerucut, tapi beberapa titik erupsi yang sudah berubah seiring waktu.

"Gunung berapi Taal merupakan gunung berapi bayi yang berada di dalam gunung berapi kaldera yang jauh lebih besar," ujar Profesor vulkanologi fisik University of Canterbury, New Zealand, Ben Kennedy.

Di area Gunung Taal juga terdapat Danau Taal seluas 234 kilometer persegi, yang terbentuk di kaldera letusan masif sebelumnya.

Selain itu, juga terdapat Pulau Volcano dengan 47 kawah, serta 4 kawah vulkanik yang terbentuk saat magma panas bersentuhan dengan air tanah dangkal. 

Sentuhan magma panas dengan air tanah dangkal tersebut dapat menghasilkan ledakan uap yang hebat.

Seluruh Pulau Volcano telah ditandai sebagai zona bahaya permanen oleh Philvolcs.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X