Kronologi Penipuan yang Dialami Maia Estianty Versi Gojek

Kompas.com - 28/12/2019, 15:07 WIB
Maia Estianty dalam wawancara di Cilandak Townsquare, Jakarta Selatan, Minggu (20/5/2018) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGMaia Estianty dalam wawancara di Cilandak Townsquare, Jakarta Selatan, Minggu (20/5/2018) malam.

KOMPAS.com - Penyanyi Maia Estianty mengaku baru saja mengalami penipuan karena akun aplikasi Gojek miliknya diretas.

Maia mengaku bahwa peretasan tersebut dilakukan oleh oknum pengemudi Gojek.

Ia mengatakan, awalnya ia hendak membeli makanan, namun pengemudi ojek online memperlihatkan hal yang mencurigakan.

Secara tiba-tiba, driver ojek online mengatakan bahwa motornya mogok dan dia (driver) ingin mer=ngubah driver.

Driver tersebut meminta Maia untuk mengeklik *21* 0821 78912261#.

Setelah mengeklik kode tersebut, Maia mengaku bahwa isi Gopay miliknya terkuras.

Pihak Gojek sudah mengklarifikasi kasus ini kepada Maia dan berjanji mengusutnya. Bagaimana sebenarnya kronologi kasus ini dan mengapa si pelaku bisa sampai menyedot saldo Gopay Maia?

Baca juga: Saldo GoPay Kembali, Maia Estianty Ingatkan Soal Sistem Penerimaan Driver Ojek Online

Versi Gojek

Saat dikonfirmasi, Senior Manager Corporate Affairs Gojek, Alvita Chen, menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengusutan.

Pelaku yang menipu Maia bukan pengemudiGojek.

Ia menjelaskan, orang yang melakukan penipuan itu mengambil alih akun seorang driver Gojek.

"Jadi kronologinya penipu ini take over dulu akun driver (karena driver tak sengaja share OTP). Kemudian akun tersebut dipakai untuk menipu Maia," kata Alvita saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (28/12/2019).

Adapun OTP adalah One Time Password atau kode verifkasi.

Hingga saat ini, Gojek telah menonaktifkan akun milik pengemudi tersebut untuk investigasi lebih dalam.

Baca juga: Saldo GoPay Maia Estianty Dikuras hingga Penipu Bobol Akun Pribadi Lainnya

Namun, ia tidak berkenan memberikan penjelasan lebih lanjut karena kode *21* bukan fitur dari Gojek, tetapi fitur operator selular.

"Nama fiturnya call forwarding atau pengalihan pesan atau telepon," ujar dia.

Ia menjelaskan, dalam kasus ini, pihak driver Gojek juga menjadi korban penipuan.

Lebih lanjut, Alvita mengimbau kepada pengguna dan mitra Gojek agar tidak memberikan kode atau informasi rahasia apa pun kepada pihak yang mengaku dari Gojek.

"Keamanan pengguna dan mitra adalah prioritas kami dan kami mengecam kasus penipuan berbasis social engineering yang menimpa Maia Estianti dan mitra Gojek, Yusdi Alamsyah," kata Alvita.

Pihaknya mengapresiasi Maia yang sebelumnya membantu mengedukasi masyarakat tentang kasus penipuan yang dikenal dengan "social engineering", atau penipuan dengan mencatut nama perusahaan.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Hati-hati Penipuan Atas Nama Gojek


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X