Anies Jelaskan Soal Frankfurt Book Fair yang Masih Seret Namanya

Kompas.com - 15/11/2019, 08:00 WIB
Bidik layar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklarifikasi soal anggaran janggal APBD DKI 2020 di YouTube Deddy Corbuzier. https://www.youtube.com/user/corbuzierpredictionBidik layar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklarifikasi soal anggaran janggal APBD DKI 2020 di YouTube Deddy Corbuzier.

KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan buka suara soal Frankfurt Book Fair yang berlangsung ketika ia masih menjabat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi.

Anies menyampaikannya dalam bincang-bincang bersama Deddy Corbuzier di akun YouTube Deddy. Video itu diunggah pada Kamis (14/11/2019).

Deddy menanyakan tanggapan Anies yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) karena diduga ada korupsi dalam anggaran Frankfurt Book Fair 2015.

"Orang kalau nulis laporan bisa aja. Tapi masalahnya ada dasarnya enggak? Gini, itu adalah pekerjaan Kemendibud yang diaudit oleh BPK. Peristiwa Frankfurt Book Fair adalah suatu pameran kebudayaan yang sangat besar," kata Anies.

Baca juga: Anies: Lebih Baik Dikira Bermasalah Ternyata Enggak

Menurut Anies, pameran itu yang membuat buku-buku dari Indonesia dikenal di Eropa. Sebab, buku-buku di Eropa diterjemahkan dari bahasa Jerman.

"Pasar Eropa nerjemahin buku bukan dari bahasa Inggris. Tapi dari Bahasa Jerman lalu akan diterjemahin yang lain," ujar Anies.

Anies mengatakan ongkos yang mahal mencapai Rp 146 miliar karena standar penerjemahan yang berbeda dari Indonesia.

"Aturan di Indonesia harganya Rp 500.000 per lembar, ketika di Jerman enggak bisa dan satuan itu bisa jadi lebih tinggi dari kita. Tapi kalau enggak kita gunakan itu hasilnya akan beda sekali," kata Anies.

Baca juga: Temuan Anggaran Janggal DKI, Anies: Saya Tidak Bersalah

Keberadaan Indonesia sebagai guest of honour di Frankfurt Book Fair 2015, kata Anies, meninggalkan kesan yang membekas.

Anies meyakini tak ada yang salah dari acara itu. Sebab, ia sampai menugaskan Inspektorat Kemendikbud untuk ikut ke Jerman mengawasi penggunaan anggaran. Jika pun ada kejanggalan, kata Anies, pasti sudah jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Ini harganya sesuai dengan aturan. Kok dilaporin, kan repot, pake demo panas pula, kasihan sekali," ujar Anies sambil tertawa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X