Kompas.com - 05/10/2019, 16:38 WIB

KOMPAS.com - Dua ilmuwan dari Universitas Oxford, Inggris menemukan adanya penggunaan pasukan siber dunia maya (cyber troop) untuk mempengaruhi opini masyarakat dan lawan politik.

Tidak hanya terjadi di Indonesia, pasukan siber dunia maya atau yang kerap dikenal dengan buzzer tersebut ternyata merupakan fenomena global.

Dalam laporan mereka yang bertajuk The Global Disinformation Order: 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation, menemukan bahwa buzzer politik di Indonesia dibayar.

Menurut laporan yang dibuat oleh Samantha Bradshaw dan Philip N Howard itu, buzzer di Indonesia menggunakan empat platform media sosial, yakni Twitter, Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Selain itu, dalam laporan tersebut fenomena yang terjadi di Indonesia diketahui bahwa politikus dan partai politik serta kontraktor pribadi menyebarkan propaganda pro pemerintah atau partai, menyerang lawan politik, dan menyebarkan informasi untuk memecah-belah publik.

Samantha dan Philip pun mengkategorikan buzzer menjadi empat kategori, yaitu minimal cyber troop teams, low cyber troop capacity, medium cyber troop capacity, dan high troop capacity.

Indonesia, menurut laporan itu menempati kategori low cyber troop capacity atau pasukan dengan kapasitas rendah.

Para buzzer tersebut tidak dikontrak secara permanen, dan dibayar Rp 1 juta hingga Rp 50 juta.

Baca juga: Mengenal Buzzer, Influencer, Dampak dan Fenomenanya di Indonesia

Bukan hal baru

Menanggapi hal itu, pengamat media sosial Enda Nasution mengungkapkan, hal ini bukanlah hal yang baru.

"Sebenarnya ini bukan fenomena baru, dari dulu pun sudah ada yg namanya public relation atau humas yang juga dibayar untuk mempengaruhi publik," kata Enda saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (5/10/2019).

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.