Seputar G30S/ PKI (2): Apa Sih Bedanya PKI, Sosialisme, Komunisme, Marxisme, dan Leninisme?

Kompas.com - 30/09/2019, 13:30 WIB
Karl Marx. SHUTTERSTOCKKarl Marx.

 

Sistem kapitalisme ini mengemuka di zaman Marx dalam wujud revolusi industri. Mesin-mesin ditemukan. Alat-alat produksi dikuasai oleh para pemilik modal dan rakyat kebanyakan bekerja kepada para pemilik modal ini sebagai buruh.

Realitas sosial era revolusi industri ini dipotret Marx dalam teori kelasnya. Ia membagi masyarakat dalam dua kelas yaitu kelas pemilik modal (borjuis) atau alat produksi dan kelas pekerja (proletar). Marx menuliskan gagasannya dalam buku yang amat terkenal: Das Kapital.

Marx berpendapat pertentangan kelas adalah sumber masalah hidup. Kapitalisme, atau pertentangan borjuis dengan proletar yang semakin menguat, diramal Marx bakal mendorong terjadinya revolusi.

Marx sangat yakin kaum proletar yang akan memenangkan revolusi ini. Kelas proletar, ramal Marx, bakal menghapus kelas di masyarakat.

Tidak ada kepemilikan individual. Semua dibagi sama rata untuk dunia yang lebih baik dan sejahtera.

Ajaran Marx tentang teori kelas dan kehancuran kapitalisme disebut Maxisme.

Marxisme tidak sama dengan komunisme.

Komunisme adalah gerakan dan kekuatan politik Partai Komunis yang dibentuk Vladimir Ilyic Ulyanov yang dikenal juga dengan Lenin yang menggerakkan Revolusi Oktober 1917.

Revolusi Oktober dikenal juga dengan sebutan Revolusi Bolshevik. Terjadi pada 25 Oktober 1917, gerakan politik Partai Komunis pimpinan Lenin merebut kekuasaan dan membentuk negara sosialis pertama di dunia yang disebut Uni Soviet.

Lambang palu dan arit muncul di era Revolusi Oktober. Palu dan arit melambangkan bersatunya kaum buruh dan tani melawan kaum pemilik modal.

Lenin memodifikasi ajaran Marx. Ia tidak sabar revolusi muncul secara natural dan menghancurkan kapitalisme. Ia mengintervensinya dengan gerakan politik.

Jadi, komunisme adalah gabungan Marxisme dan Leninisme.

Di bawah Lenin, komunisme menjadi gerakan politik dan ideologi internasional.

Kemenangan komunisme di Rusia, mendorong revolusi komunisme di negara lain. Ada Mao Tse Tung di Cina yang memimpin Partai Komunis Cina dan mendirikan Republik Rakyat Cina pada 1 Oktober 1949.

Sebagai sebuah ideologi dan gerakan, komunisme naik daun dengan kisah sukses Uni Soviet dan China. Pada pertengahan abad 20, Uni Soviet menjadi kekuatan besar yang berhadap-hadapan dengan Amerika Serikat.

Nah, Partai Komunis Indonesia atau PKI merupakan bagian dari jejaring ideologi internasional yang berbasis di Uni Soviet bentukan Lenin.

Partai Komunis Indonesia

Di Indonesia, gerakan komunisme diwadahi Partai Komunis Indonesia. Dikutip dari pidato DN Aidit pada ulang tahun ke-35 PKI, 23 Mei 1955, PKI berdiri karena terinspirasi Revolusi Oktober 1917.

Namun sebelum meletusnya Revolusi Oktober, nafas sosialisme sudah terasa dengan lahirnya serikat-serikat buruh yang melawan kolonialisme.

Bulan Mei 1914 di Semarang berdiri ISDV, organisasi politik bentukan revolusioner Indonesia dan Belanda yang bertujuan menyebarkan Marxisme di kalangan kaum buruh dan rakyat Indonesia.

"ISDV inilah yang pada tanggal 23 Mei 1920 melebur diri menjadi PKI," ujar Aidit dalam pidatonya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X