Sritex Kebakaran, Ini Sejarah dan Kerajaan Bisnisnya

Kompas.com - 28/09/2019, 14:02 WIB
Pabrik Sritex di Sukoharjo, Jawa Tengah KOMPAS/Riza FathoniPabrik Sritex di Sukoharjo, Jawa Tengah

Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 80 ribu-90 ribu ton serat rayon per tahun, seperti diberitakan Harian Kompas, 27 Oktober 2017.

Namun, PT RUM sempat bermasalah karena limbah cair pabrik membuat sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan.

Selain itu, Sritex di bawah bendera Ultra Tech Mining Indonesia juga memiliki pabrik dan eksplorasi batu gamping sebagai bahan baku di Wonogiri.

Olahraga

Dikutip dari situs resmi National Basketball League Indonesia, HM Lukminto bersama dengan Halim Sugiarto mendirikan klub basket Bhinneka Solo pada tahun 1966.

Nama Bhinneka dipilih karena mayoritas pemainnya berasal dari berbagai daerah.

Sritex akhirnya menjadi sponsor utama klub ini dari tahun 1999 sampai 2007.

Karenanya, nama klub pun berubah menjadi Bhinneka Sritex Solo.

Sempat berjaya di awal tahun 2000-an, Bhinneka Sritex Solo bubar pada tahun 2009 karena krisis finansial.

Selain tim basket putra, HM Lukminto juga mengorbitkan Sritex Dragons Enduro, satu-satunya tim basket putri Solo di panggung Speedy Women’s National Basketball League (WNBL) Indonesia.

Baca juga: Melirik Pilihan Investasi Pribadi Bos Sritex

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X