Menilik 3 Film Indonesia yang Diseleksi untuk Academy Award 2020, Apa Saja?

Kompas.com - 17/09/2019, 10:00 WIB
Kucumbu Tubuh Indahku (Memories Of My Body) merupakan karya film terbaru dari maestro Garin Nugroho yang mengisahkan tentang kehidupan seorang penari tradisional lengger. IVY LEAGUE MUSICKucumbu Tubuh Indahku (Memories Of My Body) merupakan karya film terbaru dari maestro Garin Nugroho yang mengisahkan tentang kehidupan seorang penari tradisional lengger.

Salah satu penoton film ini, Putri Nadira yang dihubungi Kompas.com, Senin (16/9/2019) mengatakan, film ini lebih banyak mengandung unsur drama dibandingkan dua film yang lain.

"Film yang menurut aku beda daripada film-film kebanyakan selain sisi biarawati nggak pernah dibahas, tapi jarang diangkat," kata Putri.

"Di sini juga si sutradara berani bikin sisi lainnya pastur atau suster itu sendiri, entah itu benar atau engggak ya namanya juga film dan terlepas dari pro kontra film ini layak atau enggak ditonton bagi insan-insan gereja gitu," lanjut dia.

Meskipun banyak drama disajikan di film ini, menurut Putri, dari sisi musik dan pengambilan gambar sudah baik.

"Karena drama menurut aku pribadi kurang begitu suka, walau aktingnya bagus," tutur Putri.

Baca juga: Film Kucumbu Tubuh Indahku Tuai Kontroversi, Garin Nugroho Buka Suara

2. Kucumbu Tubuh Indahku

Film berdurasi 106 menit ini digarap oleh Garin Nugroho.

Kucumbu Tubuh Indahku diperankan oleh Muhammad Khan, Rianto, Raditya Evandra, Endah Laras, dan Sujiwo Tedjo.

Juno kecil diperankan oleh Raditya Evandra, sementara Juno remaja dimainkan oleh Muhammad Khan.

Film ini bercerita tentang perjalanan hidup Juno yang sejak kecil hingga dewasa menjadi penari di sebuah desa di Jawa, terkenal sebagai desa penari lengger lanang, jenis tarian perempuan yang dibawakan penari laki-laki.

Kehidupan masa kecil Juno merupakan kehidupan peleburan tubuh maskulin dan feminin yang terbentuk alami oleh kehidupan desa dan keluarganya, tapi perjalanan hidup setelahnya merupakan kisah hidup penuh trauma kekerasan tubuh.

Trauma kekerasan politik yang dialami ayahnya, membuat Juno hidup seorang diri.

Hidup Juno dari kecil serba sendiri, membuatnya menjadi ibu dan bapak bagi kehidupannya.

Juno dalam kesendirian melihat banyak kekerasan yang muncul di sekitarnya.

Menurut Purba Wirastama yang pernah menonton film ini mengaku, film Kucumbu Tubuh Indahku terkemas dengan apik dengan perpaduan budaya, tradisi, dan musik yang ada di dalamnya.

"Film ini kompleks dan bisa dengan cantik membungkus itu semua. Musiknya bagus, gambarnya bagus, editingnya bagus. Bagusnya sih filmnya bisa secara puitis menggambarkan dari tempat lain ke tempat lain lagi." kata Purba saat dihubungi Kompas.com.

"Menurutku film ini itu menarik. Aku sih lebih kagum sama gimana cara film ini secara estetis menggambarkan perjalanan seseorang untuk menemukan dirinya dan berdamai dengan itu semua," lanjut Purba.

Baca juga: Film 27 Steps of May Berjaya di Malaysia International Film Festival

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X