4 Fakta Lili Pintauli Siregar, dari Panitia Pengawas Pemilu hingga Dampingi Susno Duadji

Kompas.com - 14/09/2019, 09:56 WIB
Anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Lili Pintauli Siregar menjawab pertanyaan wartawan seputar keberadaan Susno Duadji di Kantor LPSK, Jakarta, Kamis (25/4/2013). Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban menyatakan tidak menghalang-halangi eksekusi terhadap mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian RI Susno Duadji meski saat ini masih dalam perlindungan LPSK. KOMPAS/AGUS SUSANTOAnggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Lili Pintauli Siregar menjawab pertanyaan wartawan seputar keberadaan Susno Duadji di Kantor LPSK, Jakarta, Kamis (25/4/2013). Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban menyatakan tidak menghalang-halangi eksekusi terhadap mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian RI Susno Duadji meski saat ini masih dalam perlindungan LPSK.

KOMPAS.com -  Lili Pintauli Siregar ditetapkan sebagai salah satu pimpinan terpilih Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) periode 2019-2013.

Satu-satunya perempuan dalam jajaran pimpinan KPK baru tersebut memperoleh 44 suara saat pelaksanaan voting di Komisi III DPR RI.

Lalu, bagaimana perjalanan hidup ibu tiga orang anak ini hingga berhasil menduduki tampuk kekuasaan KPK?

1. Berawal dari Advokat

Wanita kelahiran Tanjung Pandan, Bangka Belitung 9 Februari 1966 ini mengawali karirnya sebagai seorang advokat.

Ia berhasil meraih gelar sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) pada 1991.

Usai menamatkan pendidikannya, ia bekerja di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan sebagai asisten pembela umum.

Lili juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Pelrindungan Saksi dan Korban (LPSK) periode 2013-2018.

Lili juga memiliki kantor konsultas hukum pribadi yang baru berjalan beberapa bulan sebelum ia maju sebagai calon pimpinan KPK. Selain itu, Lili diketahui pernah aktif di sejumlah LBH dan kantor pengacara Sumatera Utara.

Tahun 1994, Lili pernah memimpin sejumlah bidang di Pusat Bantuan dan Penyanderaan Hukum Indonesia (PUSKABUMI) Medan.

Ia juga sempat menduduki jabatan direktur PUSKABUMI pada tahun 1999 hingga 2002.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X