Sama-Sama Sebutkan Jalan Tengah, Adakah Titik Temu KPAI dan PB Djarum?

Kompas.com - 09/09/2019, 17:50 WIB
Elvincent Keith Oceans, 4 tahun, salah seorang peserta yang mengikuti Tahap Screening Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019) pagi. DOK. PB DJARUMElvincent Keith Oceans, 4 tahun, salah seorang peserta yang mengikuti Tahap Screening Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019) pagi.

KOMPAS.com – Perseteruan yang timbul antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) dan PB Djarum terkait audisi beasiswa pelatihan bulutangkis semakin meruncing.

Kedua pihak sama-sama memiliki argumentasinya masing-masing, sehingga titik temu pun belum didapatkan.

KPAI menyebut telah memiliki jalan tengah yang dihasilkan dari rapat koordinasi bersama sejumlah pihak, termasuk PB Djarum Foundation, pada 4 September 2019 di Jakarta.

“Terkait dengan program yang sudah berjalan, penyelengara agar menindaklanjuti hasil rapat KPAI (untuk anak tidak menggunakan nama, kaos, logo, dan title Djarum di kawasan olahraga), dengan penyesuaian yang akan didiskusikan dengan KPAI,” ujar Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty melalui keterangan tertulis, Senin (9/9/2019).

KPAI telah mengundang Djarum untuk duduk bersama membicarakan hal ini, akan tetapi tidak ada pertemuan yang terjadi dengan alasan PB Djarum memiliki agenda lain pada tanggal pertemuan diadakan.

Baca juga: INFOGRAFIK: Perjalanan PB Djarum

Di pihak lain, dari PB Djarum juga menyebut telah menawarkan titik tengah sebagaimana disampaikan Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin pada saat konferensi pers di Purwokerto, Sabtu (7/9/2019).

“Saya sudah kasih usul tidak ada nama Djarum untuk nama event-nya. Selain itu, jersey yang dipakai peserta juga tidak ada tulisan Djarum-nya dan mereka bisa memakai kaos yang dibawa sendiri," kata Yoppy.

Namun Yoppy menyebut usulan ini ditolak oleh KPAI, karena mereka meminta pelaksanaan audisi secara umum steril dari merek Djarum.

Perbedaan penapat yang tak kunjung bertemu dengan kata sepakat ini pun menarik perhatian masyarakat untuk berkomentar.

Terlebih bulutangkis adalah satu cabang olahraga yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Indonesia, karena kerap mengharumkan nama negara di tingkat internasional.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X