JAAN Tanggapi soal Warga yang Minta Anjing Dipindah dari Lingkungannya

Kompas.com - 03/09/2019, 19:00 WIB
Diduga Rabies, ART Tewas Usai digigit Anjing di runah Majikannya, Jalan Langgar, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (30/8/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIDiduga Rabies, ART Tewas Usai digigit Anjing di runah Majikannya, Jalan Langgar, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (30/8/2019).

KOMPAS.com – Warga Jalan Langgar RT 04/RW 04, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur meminta pemilik anjing yang menerkam seorang asisten rumah tangga hingga tewas untuk dipindah dari lingkungannya.

Pemilik anjing adalah sosok pembawa acara televisi Bimo Aryo yang juga dikenal sebagai pecinta anjing.

Namun, Ketua Jakarta Animal Aid Network ( JAAN) Karin Franken permintaan tersebut dinilai tidak memiliki urgensi untuk dilakukan.

"Ya Bima kan tidak lepaskan anjing di jalan, jadi menurut saya lingkungan ngapain worry, yang harus worry orang yang tinggal serumah," ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (3/9/2019) siang.

Baca juga: Kasus Anjing Serang ART Hingga Tewas, Apa yang Perlu Kita Pahami?

Menurutnya, anjing merupakan binatang yang baik terhadap manusia selama mendapatkan pelatihan yang tepat. Mereka tidak akan bertindak agresif kepada manusia.

Jadi tidak ada salahnya jika anjing-anjing itu tetap tinggal di rumah Bimo selama masih dalam batas pengawasan yang aman.

"Ya selama dia di dalam rumah atau pagar seharusnya tidak masalah," kata Karin.

Anjing yang Serang ART bernama Yayan (35) di Jalan Langgar, Cipayung, Jakarta Timur Hingga Tewas Milik Presenter TV Bima Aryo, Senin (2/9/2019).KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI Anjing yang Serang ART bernama Yayan (35) di Jalan Langgar, Cipayung, Jakarta Timur Hingga Tewas Milik Presenter TV Bima Aryo, Senin (2/9/2019).

Namun, warga meminta anjing-anjing itu dipindahkan karena dikhawatirkan akan memakan korban lain. Sebelumnya anjing ini pernah menggigit warga yang tinggal di sekitar alamat sang majikan saat diajak berjalan-jalan.

"Anjing ini sudah gigit tiga warga pada 2019, rata-rata pekerjanya dia. Pernah lepas juga hampir gigit 50-an siswa TPA di masjid," ujar Ketua RT setempat bernama Medih, dikutip dari artikel Kompas.com sebelumnya.

"Kami masyarakat minta tidak ada anjing itu di sini, warga minta anjing dievakuasi," ujar dia mewakili warga yang lain.

Baca juga: Warga Tolak Keberadaan Anjing Milik Presenter TV Bima Aryo

Selain itu, Karin meminta masyarakat untuk tidak menyalahkan anjing atas peristiwa yang telah terjadi. Bagaimanapun anjing adalah seekor binatang yang memiliki insting berlainan dengan naluri manusia.

Dikhawatirkan, adanya pihak yang menyalah-nyalahkan anjing karena hal ini dapat menimbulkan cap buruk bagi anjing tersebut atau rasnya.

"Tidak bisa (disalahkan), kasihan jadi dikasih stamp jelek, padahal semua anjing baik," ujar Karin.

Terakhir, Karin menyampaikan rasa turut berduka cita pada korban dan keluarga yang ditinggalkan. Tak hanya itu, ia juga berpesan kepada Bimo selaku pemilik dari anjing jenis Malinois Belgian ini untuk menjadikannya sebagai pelajaran berharga.

Baca juga: Gigit ART hingga Tewas, Anjing Belgian Malinois Bisa Kena Stigma Buruk


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X