Aufklarung, Zaman Pencerahan di Eropa

Kompas.com - 27/07/2021, 12:00 WIB
Lukisan Theobald von Oer yang menggambarkan penyair Jerman Schiller, Wieland, Herder dan Goethe, sebagai sebuah penghargaan untuk Abad Pencerahan dan Klasisisme Weimar. Wikimedia Commons/Theobald von OerLukisan Theobald von Oer yang menggambarkan penyair Jerman Schiller, Wieland, Herder dan Goethe, sebagai sebuah penghargaan untuk Abad Pencerahan dan Klasisisme Weimar.

KOMPAS.com - Aufklarung atau Zaman Pencerahan adalah sebuah gerakan besar di Eropa pada abad ke-18 yang memberi kedudukan luar biasa pada akal budi manusia.

Istilah aufklarung sendiri berasal dari bahasa Jerman yang artinya pencerahan.

Zaman yang sering disebut sebagai kelanjutan dari Renaisans ini melahirkan berbagai pemikiran, seperti rasionalisme, empirisme, kontianisme, idealisme, positivisme, pragmatisme, fenomenologi, sekulerisme, dan eksistensialisme.

Tokoh-tokoh dari Abad Pencerahan adalah Francis Bacon, Sir Isaac Newton, Immanuel Kant, dan masih banyak lainnya.

Pengaruh Aufklarung terhadap dunia dan Indonesia sangat besar, khususnya dalam bidang perkembangan teknologi dan pemikiran yang mewarnai zaman modern.

Latar belakang Aufklarung

Revolusi Ilmiah, atau perkembangan dalam ilmu pengetahuan di mana metode ilmiah menjadi landasan dalam merumuskan persoalan dan solusinya, menjadi latar belakang dimulainya Abad Pencerahan.

Para pemikir dari Inggris, Prancis, dan wilayah Eropa lainnya yang memelopori Aufklarung berpendapat bahwa akal dan budi manusia harus digunakan untuk menjawab masalah kehidupannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aufklarung menekankan pada gagasan yang berpusat pada pengejaran kebahagiaan, kedaulatan akal, dan indera sebagai sumber utama pengetahuan.

Salah satu peristiwa yang dipengaruhi oleh Aufklarung adalah Revolusi Prancis (1789), yang ikut serta memengaruhi tatanan masyarakat dunia.

Baca juga: Reunifikasi Jerman: Latar Belakang, Kronologi, dan Dampaknya

Perkembangan Aufklarung

Abad Pencerahan di Eropa berkembang dari negara Inggris, Prancis, dan Jerman.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengaruh Renaissance bagi Indonesia

Pengaruh Renaissance bagi Indonesia

Stori
Ngaben: Asal-usul, Tujuan, Prosesi, dan Macamnya

Ngaben: Asal-usul, Tujuan, Prosesi, dan Macamnya

Stori
Sejarah Wayang Kulit

Sejarah Wayang Kulit

Stori
Tarian Suling Dewa, Tari Pemanggil Hujan asal Lombok

Tarian Suling Dewa, Tari Pemanggil Hujan asal Lombok

Stori
Kondisi Eropa Sebelum Renaissance

Kondisi Eropa Sebelum Renaissance

Stori
Ritual Ujungan, Tarian Pemanggil Hujan

Ritual Ujungan, Tarian Pemanggil Hujan

Stori
Mengapa Aceh Menyerang Portugis di Malaka?

Mengapa Aceh Menyerang Portugis di Malaka?

Stori
Perhiasan Manusia Purba

Perhiasan Manusia Purba

Stori
Mengapa Karya Sastra Kerajaan Kediri dan Majapahit Berkembang Pesat?

Mengapa Karya Sastra Kerajaan Kediri dan Majapahit Berkembang Pesat?

Stori
Paduka Bathara dalam Struktur Pemerintahan Majapahit

Paduka Bathara dalam Struktur Pemerintahan Majapahit

Stori
Sejarah Perayaan Thanksgiving

Sejarah Perayaan Thanksgiving

Stori
Common Sense, Pamflet Thomas Paine yang Dorong Kemerdekaan AS

Common Sense, Pamflet Thomas Paine yang Dorong Kemerdekaan AS

Stori
Isi Pidato 'I Have a Dream' Martin Luther King

Isi Pidato "I Have a Dream" Martin Luther King

Stori
Mengapa China Tidak Menyerang Taiwan?

Mengapa China Tidak Menyerang Taiwan?

Stori
Apa Bedanya China, Taiwan, Hong Kong, dan Macau?

Apa Bedanya China, Taiwan, Hong Kong, dan Macau?

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.