Sarekat Islam: Latar Belakang, Perkembangan, dan Perpecahan

Kompas.com - 06/04/2021, 15:17 WIB
Pendiri Sarekat Islam, Haji Samanhudi WikipediaPendiri Sarekat Islam, Haji Samanhudi

KOMPAS.com - Sarekat Islam (SI) atau yang sebelumnya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) merupakan salah satu organisasi yang pertama kali lahir di Indonesia.

Organisasi ini telah memiliki cukup banyak massa dan mengalami perkembangan pesat semasa masih berlangsung.

Sarekat Dagang Islam didirikan oleh seorang tokoh besar H. Samanhudi pada 1911 silam.

Baca juga: 9 Kelompok Mineral

Latar Belakang Pendirian

latar belakang didirikannya SDI tahun 1911 oleh H. Samanhudi di Solo adalah karena adanya keinginan untuk memajukan kepentingan ekonomi para pedagang Islam di Indonesia.

Pada saat itu para pedagang keturunan Tionghoa telah lebih dulu maju usahanya dibandingkan milik pribumi. Sehingga para pedagang Tionghoa memiliki status yang lebih tinggi dari penduduk Hindia Belanda lainnya. 

Di bawah pimpinan Haji Samanhudi, SDI berkembang pesat dan menjadi organisasi paling berpengaruh pada waktu itu. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 1912, di Surabaya, H.O.S. Tjokroaminoto juga mendirikan organisasi yang sama. Tjokroaminoto masuk ke organisasi Sarekat Islam bersama dengan Hasan Ali Suharti. 

Tjokroaminoto kemudian diberikan kepercayaan menjadi pemimpin baru dari Sarekat Dagang Islam, ia pun mengubah nama organisasi tersebut menjadi Sarekat Islam. 

Perkembangan 

Sarekat Islam didirikan dengan tujuan untuk menggalang kerjasama di antara para pedagang Islam demi memajukan perdagangan mereka dan mampu menyaingi para pedagang asal China. 

Sarekat Islam menjadi organisasi ternama yang identik dengan gerakan nasionalis, demokratis, religius serta ekonomis. Hanya dalam waktu singkat, Sarekat Islam dapat berkembang hingga menyebar ke seluruh lapisan masyarakat. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X