Ketiadaan Penonton di Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 Kurangi Kejahatan Siber

Kompas.com - 06/10/2021, 22:51 WIB
A shuttlecock flies in front of the Olympic rings logo during the women's singles badminton round of 16 match between Japan's Akane Yamaguchi and South Korea's Kim Ga-eun during the Tokyo 2020 Olympic Games at the Musashino Forest Sports Plaza in Tokyo on July 29, 2021. (Photo by Pedro PARDO / AFP) AFP/PEDRO PARDOA shuttlecock flies in front of the Olympic rings logo during the women's singles badminton round of 16 match between Japan's Akane Yamaguchi and South Korea's Kim Ga-eun during the Tokyo 2020 Olympic Games at the Musashino Forest Sports Plaza in Tokyo on July 29, 2021. (Photo by Pedro PARDO / AFP)

TOKYO, KOMPAS.com - Analisis perusahaan Trend Micro Inc menyebutkan bahwa ketiadaan penonton pada Olimpiade dan Paralimpiade 2020 mengurangi kejahatan siber.

Perusahaan keamanan internet Trend Micro Inc menyebut, relatif sedikitnya jumlah serangan siber bisa disebabkan lantaran Olimpiade Tokyo 2020 dan Paralimpiade 2020 tidak dihadiri oleh penonton.

Ilustrasi kejahatan digital, data pribadi, peretasan, peretasan digital, hackerShutterstock Ilustrasi kejahatan digital, data pribadi, peretasan, peretasan digital, hacker

Baca juga: Serangan Siber Juga Melanda Olimpiade Musim Dingin

"Ketidakhadiran penonton lantaran pandemi Covid-19 ini menyebabkan sistem tiket dan informasi lainnya tidak bisa digunakan untuk kejahatan siber," kata perusahaan itu.

Trend Micro Inc mengatakan pihaknya melakukan pencegahan serangan siber dengan meminimalisasikan kerusakan.

Sejumlah ofisial dari Jepang memberikan dukungan bagi atlet panahannya saat bertanding dalam Olimpiade Tokyo 2020 di Yumenoshima Park Archery Field, Tokyo, Jepang, Senin (26/7/2021). Penyelenggaraan Olimpiade yang diselenggarakan tanpa penonton dari kalangan umum tersebut merupakan keputusan di tengah kondisi darurat Covid-19 yang sedang diberlakukan di Ibu Kota Jepang.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Sejumlah ofisial dari Jepang memberikan dukungan bagi atlet panahannya saat bertanding dalam Olimpiade Tokyo 2020 di Yumenoshima Park Archery Field, Tokyo, Jepang, Senin (26/7/2021). Penyelenggaraan Olimpiade yang diselenggarakan tanpa penonton dari kalangan umum tersebut merupakan keputusan di tengah kondisi darurat Covid-19 yang sedang diberlakukan di Ibu Kota Jepang.

"Kami melindungi laman resmi dan laman komite pelaksana," kata perusahaan itu.

Menurut data dari Trend Micro Inc, serangan siber melanda perhelatan Olimpiade Musim Dingin terkini.

Baca juga: 400 Juta Serangan Siber Mengarah ke Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020

Perusahaan perlindungan internet itu menyebut bahwa serangan siber terjadi pada Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018.

Pengunjung Chongli, salah satu tempat Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, melewati logo Olimpiade di Chongli di Provinsi Hebei, China utara pada 13 Agustus 2020.AP PHOTO/NG HAN GUAN Pengunjung Chongli, salah satu tempat Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, melewati logo Olimpiade di Chongli di Provinsi Hebei, China utara pada 13 Agustus 2020.

Pada Olimpiade Musim DIngin Pyeongchang 2018 ada 600 juta serangan siber.

Setidaknya, sementara itu, ada 400 juta serangan siber mengarah ke perhelatan Olimpiade Tokyo 2020 dan Paralimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Serangan Siber Juga Melanda Olimpiade Musim Dingin

Olimpiade Tokyo 2020 berlangsung pada 23 Juli 2021 hingga 8 Agustus 2021.

Medali emas Olimpiade Tokyo 2020.(AFP/ODD ANDERSEN)ODD ANDERSEN Medali emas Olimpiade Tokyo 2020.(AFP/ODD ANDERSEN)

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Kyodonews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.