Mengapa Atlet Olimpiade Menggigit Medali Saat Berpose di Podium?

Kompas.com - 27/07/2021, 11:40 WIB
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berfoto dengan medali emas Olimpiade Rio yang dimenangi setelah mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying Goh, 21-14, 21-12, pada laga final di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Brasil, (17/8/2016). GOH CHAI HIN/AFP PHOTOPasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berfoto dengan medali emas Olimpiade Rio yang dimenangi setelah mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying Goh, 21-14, 21-12, pada laga final di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Brasil, (17/8/2016).

KOMPAS.com - Meraih medali pada ajang olahraga bergengsi seperti Olimpiade merupakan kebanggaan bagi setiap atlet. Ketika berpose di atas podium, mereka tak melupakan satu tradisi, yaitu menggigit medali.

Tradisi menggigit medali pun terlihat dalam Olimpiade Tokyo 2020 yang resmi dimulai pada Jumat (23/7/2021).

Hal tersebut ditunjukkan oleh atlet loncat indah tim Inggris Raya, Tom Daley, yang meraih medali emas nomor sinkronisasi 10 meter putra bersama Matty Lee.

Pada saat berpose di atas podium juara, Tom Daley tak lupa menggigit medali emas yang ia raih.

Lantas, mengapa para atlet menggigit medali yang mereka raih di Olimpiade?

Medali merupakan simbol juara bagi atlet di setiap cabang olahraga (cabor) Olimpiade. Ada tiga kategori medali, yaitu medali emas, perak, dan perunggu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 4 Cerita Manis Indonesia di Olimpiade, dari Medali Pertama hingga Tradisi Emas

Medali itu diberikan secara berurutan yaitu medali emas untuk sang juara, perak untuk runner-up, dan perunggu untuk peringkat ketiga.

Penggunaan medali sebagai simbol juara mulai diterapkan pada Olimpiade modern edisi pertama, yaitu pada 1896.

Awalnya, atlet yang menjadi juara diberikan medali perak, bukan emas, dan juga mahkota dari ranting daun zaitun. Sementara itu, runner-up mendapatkan medali perunggu.

Barulah pada Olimpiade St Louis 1904, pemberian medali emas untuk atlet juara pertama, perak (2), dan perunggu (3) mulai dilakukan.

Halaman:


Sumber Metro
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.