FIBA Asia Cup 2021 Digelar di Jakarta, Panpel Fokus Siapkan Prokes Aman

Kompas.com - 22/04/2021, 15:40 WIB
Ketua Panitia FIBA Asia Cup Indonesia 2021, Junas Miradiarsyah (tengah) memimpin rapat
pleno perdana di Jakarta, Selasa, 20 April 2021 Dok. IstimewaKetua Panitia FIBA Asia Cup Indonesia 2021, Junas Miradiarsyah (tengah) memimpin rapat pleno perdana di Jakarta, Selasa, 20 April 2021

KOMPAS.com - Kejuaraan bola basket Asia, FIBA Asia Cup Indonesia 2021, akan berlangsung pada 19-27 Agustus di Istora Senayan, Jakarta.

Turnamen itu bakal menjadi pentas olahraga internasional perdana di Indonesia dalam dua tahun terakhir.

Sadar bahwa kompetisi digelar di tengah pandemi virus corona, panitia pelaksana pun berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan aman bagi semua pihak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Junas Miradiarsyah selaku Ketua Panitia FIBA Asia Cup Indonesia 2021 dalam rapat pleno perdana panitia pelaksana di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Dalam rapat yang dihadiri oleh Ketua Umum PB Perbasi, Danny Kosasih, itu juga ditekankan target sukses penyelenggaraan event bola basket bergengsi di Asia tersebut.

Baca juga: IBL 2021 Jadi Contoh Kesuksesan Event Olahraga di Tengah Pandemi

"Ada banyak target atas kepercayaan menjadi tuan rumah FIBA Asia Cup 2021. Namun, saya ingin menekankan kepada seluruh panpel agar kita menggelar turnamen yang diikuti 16 negara Asia ini dengan aman dan memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan negara serta FIBA," kata Junas dalam rilis yang diterima KOMPAS.com, Kamis (22/4/2021).

"Jika bisa melakukannya, kita tak hanya sukses penyelenggaraan yang bisa diraih, tetapi juga berhasil mempromosikan kepada dunia bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia berjalan baik," kata Junas yang juga menjabat sebagai Direktut Utama Indonesia Basketball League (IBL).

Junas Miradiarsyah pun mengharapkan lima bidang kepanitiaan FIBA untuk menyertakan dan memenuhi protokol kesehatan di setiap kegiatan yang dilakukan.

Adapun lima bidang yang dimaksud adalah administrasi, keuangan, operasional, komunikasi, dan marketing-komersial.

"Misalnya bidang operasional. Sejak pemain tiba di bandara hingga naik bus menuju hotel, lalu saat berlatih, bertanding, semuanya harus melewati tahapan protokol kesehatan yang ketat sehingga bagian tersebut terus terpantau dan aman," ujar Junas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X