Kompas.com - 21/04/2021, 22:20 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Shesar Hiren Rhustavito melawan wakil Denmark, Viktor Axelsen saat pertandingan babak kedua Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/1/2020). Shesar Hiren Rhustavito kalah 17-21, 14-21. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Shesar Hiren Rhustavito melawan wakil Denmark, Viktor Axelsen saat pertandingan babak kedua Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/1/2020). Shesar Hiren Rhustavito kalah 17-21, 14-21.

KOMPAS.com - Raket menjadi peralatan utama bagi seorang pemain dalam permainan bulu tangkis yang digunakan untuk memukul shuttlecock (kok).

Pemain memegang sebuah raket pada bagian gagang, sementara permukaan oval serta memiliki jaring menjadi tempat persentuhan raket dengan kok.

Adapun seorang pemain menggunakan raket untuk mengarahkan kok melintasi net menuju wilayah permainan lawan untuk meraih poin.

Salah satu cara memegang raket bagi seorang pemain bulu tangkis adalah teknik forehand, atau juga disebut sebagai English grip.

Istilah lain untuk menyebut teknik forehand adalah cara pegangan raket jabat tangan, karena kemiripan peletakan bagian tangan saat memegang raket.

Posisi telapak tangan pada saat memegang raket cara forehand adalah pada ujung pegangan tangan sementara kelima jari menggenggam dengan posisi tertentu.

Baca juga: Asal-usul Bulu Tangkis

Cara memegang raket dengan teknik forehand merupakan modal dasar bagi seorang pebulu tangkis, karena banyak dipakai dalam berbagai jenis pukulan saat bermain.

Langkah memegang raket dengan menggunakan teknik forehand bermula dengan meletakkan telapak tangan pada bagian ujung pegangan raket.

Kemudian letakkan jari tengah, jari manis, dan kelingking pada gagang raket seperti sedang menjabat tangan dengan orang lain.

Lalu posisi jari telunjuk berada menjauh dari ketiga jari lain yang sudah diletakkan, dengan posisi ibu jari berada di antaranya.

Saat menggenggam maka letak jari telunjuk dan ibu jari membentuk “V”, sebagai pertanda bahwa teknik memegang raket cara forehand sudah dilakukan dengan benar.

Keunggulan cara memegang raket dengan teknik forehand adalah memberikan keleluasaan pada pergelangan tangan.

Baca juga: Peraturan Bulu Tangkis Nomor Ganda

Adanya keleluasaan pergelangan tangan membuat seorang pemain dalam olahraga bulu tangkis bisa melepaskan pukulan secara optimal.



Sumber BWF
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X