Villas-Boas Yakin Neymar Keliru soal Tuduhan Alvaro Gonzalez Rasialis

Kompas.com - 15/09/2020, 23:00 WIB
Bek Alvaro Gonzalez (kanan) berkonfrontasi dengan Neymar (kiri) pada laga PSG vs Marseille yang merupakan laga Ligue 1 di Parc des Princes, Minggu (13/9/2020). AFP/FRANCK FIFEBek Alvaro Gonzalez (kanan) berkonfrontasi dengan Neymar (kiri) pada laga PSG vs Marseille yang merupakan laga Ligue 1 di Parc des Princes, Minggu (13/9/2020).

KOMPAS.com - Pelatih Marseille, Andre Villas-Boas, membela beknya, Alvaro Gonzalez, yang dituduh oleh Neymar melakukan tindakan rasialisme.

Villas-Boas merasa yakin bahwa Alvaro Gonzalez tidak melakukan hal buruk seperti yang diklaim oleh Neymar usai laga PSG vs Marseille, di Parc des Princes, Minggu (13/9/2020).

Sang pelatih pun dengan lantang membela Gonzalez dan akan terus berupaya mencari kebenaran dari kontroversi tersebut.

"Kami yakin Alvaro bukan seorang rasialis," kata Villas-Boas, yang dikutip dari BBC Sport, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Neymar Terancam Skors 7 Pertandingan, PSG Beri Dukungan Penuh

"Marseille dan PSG berada di sini untuk membantu menemukan kebenaran tentang kontroversi ini. Saya mendukung pemain saya," kata Villas-Boas.

Laga PSG vs Marseille yang merupakan bagian dari pekan ketiga Liga Perancis 2020-2021 tengah menjadi sorotan.

Dalam laga yang dimenangi Marseille dengan skor 1-0 itu, wasit Jerome Wizard mengeluarkan lima kartu merah pada masa injury time babak kedua setelah terjadi konflik pemain kedua kubu.

Konflik itu bermula dari pelanggaran yang dilakukan gelandang PSG, Leandro Paredes, kepada Dario Benedetto.

Dario Benedetto yang terlihat ingin mengulur-ulur waktu langsung didorong dari belakang oleh Leandro Paredes.

Saat insiden itu berlangsung, Marseille sedang unggul 1-0 berkat gol Florian Thauvin pada menit ke-31.

Dorongan Paredes ke Dario Benedetto sontak langsung membuat semua pemain Marseille bereaksi keras.

Saling dorong hingga tendang antarpemain kedua tim tidak terhindarkan.

Dalam tayangan ulang, bintang PSG, Neymar, terlihat sempat memukul kepala Alvaro Gonzalez dari belakang.

Di sisi lain, terjadi tawuran yang diawali saling tendang antara bek kiri PSG, Layvin Kurzawa, dan Jordan Amavi.

Setelah melihat video assistant referee (VAR), wasit langsung mengeluarkan lima kartu merah untuk Kurzawa, Pardes, Neymar, Jordan Amavi, dan Dario Benedetto.

Lima kartu merah ini menjadi puncak dari tensi tinggi laga PSG vs Marseille yang sudah terjadi sejak babak pertama.

Seusai laga, Neymar tidak terima dengan perlakuan Alvaro Gonzalez. Hal itu terlihat dari wawancara Neymar dengan Telefoot dan unggahan di akun Twitter pribadinya.

"Saya memukul Alvaro karena dia rasialis," kata Neymar kepada Telefoot.

"Satu-satunya penyesalan saya adalah tidak berada di depan orang-orang sialan ini," tulis Neymar di akun Twitter pribadinya.

Baca juga: Kalah dalam Drama 5 Kartu Merah, Bos PSG Sebut Wasit Tidak Kompeten

"Sekarang saya ingin melihat gambar rasial yang memanggil saya "monyet", saya mau lihat," tulisnya lagi.

Tak lama berselang, Alvaro Gonzales membalas ucapan Neymar. Ia mencoba membela diri.

"Tidak ada tempat untuk rasialisme. Sebuah karier yang bersih dengan banyak rekan satu tim dan teman setiap hari," tulis Gonzalez.

"Terkadang, Anda harus belajar bagaimana merasakan kekalahan dan menerimanya di lapangan," balasnya.



Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X