Kompas.com - 08/04/2020, 13:22 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sedang mengenakan masker saat hendak berbicara di hadapan media pada Senin (6/4/2020), terkait penanganan virus corona. ISSEI KATO/REUTERSPerdana Menteri Jepang Shinzo Abe sedang mengenakan masker saat hendak berbicara di hadapan media pada Senin (6/4/2020), terkait penanganan virus corona.

TOKYO, KOMPAS.com - Penetapan kondisi darurat nasional corona di Jepang mulai Selasa (7/4/2020) berbuntut penutupan pusat pelatihan atlet nasional.

Dewan Olahraga Jepang (JSC) sebagaimana warta kyodonews.net, hari ini, menyatakan dua pusat pelatihan atlet yang biasa digunakan menjelang Olimpiade akan ditutup.

Baca juga: Shinzo Abe Pecahkan Rekor sebagai Perdana Menteri Jepang Terlama dalam Sejarah

"Penutupan ini sejalan dengan keputusan Perdana Menteri Shinzo Abe untuk memutus perseberan corona," kata pernyataan JSC.

Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).ANTARA FOTO/REUTERS/KYODO Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).

Dua pusat pelatihan yang ditutup adalah Pusat Pelatihan Nasional (NTC) dan Institut Jepang untuk Ilmu Keolahragaan (JISS) sejak Rabu (8/4/2020).

Kedua gedung itu terletak di Tokyo.

Pemain bulutangkis Jepang,  Kento Momota berbicara selama konferensi pers di Tokyo pada 6 Maret 2020. - Momota mengatakan dia lagi memimpikan emas Olimpiade Tokyo pada 6 Maret tetapi tidak tahu kapan dia akan kembali beraksi setelah kecelakaan mobil yang menyebabkan dia takut kariernya sudah berakhir.AFP/STR Pemain bulutangkis Jepang, Kento Momota berbicara selama konferensi pers di Tokyo pada 6 Maret 2020. - Momota mengatakan dia lagi memimpikan emas Olimpiade Tokyo pada 6 Maret tetapi tidak tahu kapan dia akan kembali beraksi setelah kecelakaan mobil yang menyebabkan dia takut kariernya sudah berakhir.

Kedua gedung itu lazim digunakan untuk para atlet olimpik dan paralimpik.

Gedung-gedung itu ditutup hingga 6 Mei 2020.

Logo Olimpiade Tokyo 2020Shutterstock Logo Olimpiade Tokyo 2020

"Pada tanggal itu, atlet bisa menggunakan kembali," tulis JSC.

JSC juga meminta agar para atlet juga bersiap menghadapi kondisi darurat.

NTC dibuka pada 2008 dan menjadi pusat pelatihan atlet-atlet terbaik Jepang.

Di situ, para atlet dari berbagai cabang olahraga termasuk judo, gulat, dan bulutangkis biasa berlatih.

Tempat duduk penonton terlihat kosong saat pertandingan Spring Grand Sumo Tournament yang dilaksanakan di tempat tertutup di tengah-tengah penyebaran virus corona baru, di Osaka, barat Jepang, Minggu (8/3/2020). Kian merajalelanya virus corona (COVID-19) membuat sejumlah kawasan di berbagai belahan dunia yang selama ini dikenal ramai seketika berubah menjadi sepi.ANTARA FOTO/REUTERS/KYODO Tempat duduk penonton terlihat kosong saat pertandingan Spring Grand Sumo Tournament yang dilaksanakan di tempat tertutup di tengah-tengah penyebaran virus corona baru, di Osaka, barat Jepang, Minggu (8/3/2020). Kian merajalelanya virus corona (COVID-19) membuat sejumlah kawasan di berbagai belahan dunia yang selama ini dikenal ramai seketika berubah menjadi sepi.



Sumber Kyodo News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X