Kompas.com - 08/04/2020, 12:20 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali memberikan sambutan dalam acara pembukaan Kongres Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) ke-31 di Gedung Xaverius, Ambon, Kamis (6/2/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYMenteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali memberikan sambutan dalam acara pembukaan Kongres Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) ke-31 di Gedung Xaverius, Ambon, Kamis (6/2/2020)

KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, mengatakan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 terhambat akibat pandemi virus corona.

PON 2020 dijadwalkan berlangsung di Papua pada 20 Oktober hingga 2 November 2020.

Sejauh ini, Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengatakan persiapan masih berjalan baik. Salah satu kriterianya adalah pembangunan venue secara keseluruhan sudah mencapai 85-90 persen.

Namun, Menpora melalui telekonferensi pers yang dilakukan di Jakarta, Selasa (7/4/2020) kemarin, mengatakan persiapannya mulai terhambat karena pandemi global ini yang meluas di Indonesia.

Baca juga: Gubernur Papua Minta Jokowi Pertimbangkan Jadwal PON 2020

"Sampai saat ini, kami mendapat laporan persiapan tetap berjalan meskipun sudah sangat melambat," kata Zainudin Amali seperti dikutip dari Antara.

Saat ini, ada empat arena olahraga yang sedang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk PON di Kabupaten Jayapura.

Empat arena tersebut meliputi Stadion Akuatik, Istora Papua Bangkit, venue cricket, dan lapangan hockey yang ditargetkan selesai pada Juni hingga Juli mendatang.

Meski demikian, Menpora mengakui bahwa pandemi virus corona yang belum juga mereda mengakibatkan persiapan tersebut terhambat.

Bukan hanya masalah venue, atlet pun disebut tidak fokus dalam menjalani latihan karena kekhawatiran terhadap pandemi ini.

Menanggapi hal-hal tersebut, Menpora kemudian mengatakan ada pertimbangan untuk meminta PON 2020 ditunda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X