Rencana Pemotongan Gaji Juga Terjadi di NBA

Kompas.com - 04/04/2020, 13:40 WIB
Logo NBA terpampang di toko resmi di Beijing, China. Muncul dorongan agar NBA mengganti logo yang telah dipakai sejak 1969 tersebut dengan siluet Kobe Bryant yang tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter pada Minggu (26/1/2020) pagi waktu setempat. AFP/GREG BAKERLogo NBA terpampang di toko resmi di Beijing, China. Muncul dorongan agar NBA mengganti logo yang telah dipakai sejak 1969 tersebut dengan siluet Kobe Bryant yang tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter pada Minggu (26/1/2020) pagi waktu setempat.

KOMPAS.com - Rencana pemotongan gaji juga terjadi di kompetisi bola basket paling bergengsi, NBA.

Hal tersebut diketahui setelah operator NBA memulai proses tawar menawar dengan Asosiasi Pebasket (NBPA) terkait rencana pemangkasan gaji pemain.

Langkah ini tidak terlepas dari dampak ekonomi yang mulai dirasakan akibat penyebaran virus corona di Amerika Serikat.

Menurut Pusat Sistem Sains dan Teknik Universitas Johns Hopkins, per Sabtu (4/4/2020) pagi WIB, jumlah kasus positif virus corona di Amerika Serikat mencapai 277.828 orang.

Angka tersebut membuat Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak di dunia.

Baca juga: Gunakan Face Time dan Zoom, Ini Cara Pemain NBA Berlatih di Rumah

Situasi ini semakin memperkeruh jalannya kompetisi olahraga di Negeri Paman Sam.

NBA adalah salah satu kompetisi yang merasakan dampak penyebaran virus yang telah menjadi pandemi global ini.

Terutama, dampak secara ekonomi ketika suatu klub harus membayar gaji pemain dan pelatih saat tidak memiliki pemasukan dari hasil penjualan tiket dan hak siar.

Merespons keadaan tersebut, NBA mengajukan tawaran pemotongan gaji sebesar 50 persen dan mulai berlaku sejak 15 April.

Dilansir Antara dari kolumnis The Athletics Shams Charania, tawaran itu dijawab oleh NBPA dengan skema berupa potongan gaji 25 persen dan mulai berlaku pada pertengahan Mei.

Baca juga: Satu Lagi Pebasket NBA yang Berhasil Pulih dari Covid-19

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X