Kompas.com - 18/06/2021, 17:24 WIB
Ilustrasi pengertian bioremediasi KOMPAS.com/Gischa PrameswariIlustrasi pengertian bioremediasi

KOMPAS.com - Seiring dengan berkembangnya peradaban manusia, kegiatan manusia menjadi semakin banyak dan semakin canggih.

Kegiatan manusia mulai dari rumah tangga, industri, serta eksplorasi sumber daya alam menghasilkan polutan berupa sampah ataupun limbah yang di lepaskan ke lingkungan. Diperkirakan setiap tahunnya 1,3 miliar ton sampah dibuang ke laut.

Hal tersebut mengakibatkan pencemaran lingkungan yang berakibat buruk bagi keseluruhan makhluk hidup.

Dilansir dari World Health Organization, 7 juta orang terbunuh setiap tahunnya akibat udara tercemar yang mereka hirup. Pencemaran lingkungan tersebut harus ditanggulangi dan salah satu cara menanganinya dengan bioremediasi.

Bioremediasi berasal dari kata bio dan remediasi. Bio berarti kehidupan, sedangkan remediasi berarti tindakan atau proses penyembuhan. Sehingga bioremediasi bisa dimaknai sebagai tindakan penyembuhan lingkungan menggunakan makhluk hidup.

Baca juga: Pencemaran Lingkungan: Macam, Penyebabnya, dan Dampaknya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Vidali dalam bukuBioremediation an Overview Pure and Applied Chemistry (2011) menyebutkan bahwa bioremediasi adalah proses penguraian limbah organik maupun anorganik polutan dari sampah dengan menggunakan organisme (bakteri, jamur, tumbuhan, atau enzimnya) dalam mengendalikan pencemaran pada kondisi terkontrol untuk mereduksi pencemar dari lingkungan.

Secara lebih spesifik, bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme untuk membersihkan pencemaran yang disebabkan oleh limbah minyak. 

Jenis bioremediasi

Berdasarkan wilayah remediasinya, bioremediasi dibedakan menjadi dua yaitu bioremediasi ex-situ dan bioremediasi in-situ. Berikut penjelasannya: 

Bioremediasi ex-situ adalah usaha pemulihan lingkungan dengan melakukan penggalian dan membawa unsur yang tercemar tersebut untuk dipulihkan di tempat lain.

Dilansir dari National Center for Biotechnology Information, ada empat cara untuk melakukan bioremediasi ex-situ yaitu:

  1. Biopile yaitu penimbunan di atas galian tanah yang tercemar, diikuti dengan penambahan nutrisi, dan aerasi untuk meningkatkan aktivitas mikroba. Dalam biopile juga dapat dilakukan sistem pemanas agar diodegradasi berjalan dengan lebih cepat.
  2. Windrow merupakan teknik bioremediasi yang dilakukan dengan pembalikan tumpukan tanah yang tercemar secara berkala. Pembalikan tanah ini dibarengi dengan peningkatan aerasi dan juga nutrisi yang akan mempercepat biodegradasi oleh mikroba.
  3. Bioreaktor ialah teknik bioremediasi yang dilakukan dalam sebuah tanki besar. Tanki besar tersebut memiliki kondisi yang terkendali bagi mikroba untuk bertahan hidup, sehingga biodegradasi bisa berjalan dengan cepat.
  4. Land farming adalah teknik bioremediasi ex-situ yang paling sederhana. Dalam land farming, tanah yang tercemar akan diambil dan dicampur dengan nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium untuk merangsang aktivitas mikroorganisme. Tanag tersebut kemudian dicampurkan ke tanah lain yang belum terkontaminasi.

Baca juga: Pencemaran Udara: Dampak dan Solusi

  • Bioremediasi in situ

Bioremediasi in-situ adalah teknik pemulihan lingkungan yang dilakukan secara langsing di lokasi pencemarannya. Dilansir dari Bioclear Earth, beberapa jenis bioremediasi in-situ adalah:

  1. Biostimulasi adalah teknik bioremediasi yang merangsang aktivitas mikroba asli. Biostimulasi dilakukan dengan cara menambahkan nutrisi, meningkatkan kelembaban, dan mengatur suhu untuk merangsang pertumbuhan mikroba.
  2. Biosparging yaitu teknik bioremediasi dengan cara menyuntikan oksigen ke dalam tanah untuk meningkatkan aktivitas bakteri aerob. Biosparging biasa digunakan untuk membersihkan minyak dan senyawa aromatic seperti benzene, toluene, dan naftalena dalam tanah.
  3. Fitoremediasi merupakan bioremediasi in-situ yang menggunakan tanaman untuk memulihkan lingkungan dari polutan. Akar tumbuhan dapat menyerap polutan dan mengeluarkannya dari lingkungan. Tumbuhan yang digunakan dalam fitoremediasi disesuaikan dengan zat kontaminan yang akan dibersihkan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X