Kompas.com - Diperbarui 14/12/2021, 06:34 WIB

KOMPAS.com - Lagu daerah membutuhkan teknik dan gaya menyanyi yang tepat dalam membawakannya.

Lagu daerah merupakan lagu yang dihasilkan dari nilai kebudayaan wilayah setempat. Ciri utamanya, yakni menggunakan bahasa daerah, mengandung makna tertentu untuk masyarakat sekitar, serta alunan iramanya yang sederhana.

Sebenarnya dalam menyanyikan lagu daerah, teknik yang diperlukan tidak berbeda jauh dengan teknik menyanyi pada umumnya. Namun, untuk gaya menyanyinya, lagu daerah memiliki karakteristiknya sendiri.

Bagaimana teknik dan gaya menyanyi lagu daerah?

Baca juga: Apa Saja Lagu Daerah DKI Jakarta?

Teknik menyanyi lagu daerah

Menurut Dwi Yatminah dalam Peningkatan Aktivitas Belajar dan Keterampilan Menyanyi Lagu Daerah melalui Metode Pembelajaran Tutor Sebaya Bagi Siswa Kelas VII A SMP Murni 1 Surakarta Semester 1 Tahun 2016/2017 (2018), berikut beberapa teknik menyanyi yang digunakan dalam lagu daerah:

Artikulasi

Saat menyanyikan lagu apapun, termasuk lagu daerah, artikulasi menjadi teknik utama menyanyi. Artikulasi merupakan cara pengucapan kata atau lirik lagu.

Penyanyi harus melafalkan lirik lagu secara jelas, mulai dari artikulasi huruf hidup, huruf mati serta difong atau bunyi rangkap.

Intonasi

Selain artikulasi, intonasi juga menjadi teknik utama menyanyi lagu daerah. Intonasi adalah tinggi rendahnya nada yang harus dijangkau dengan tepat.

Teknik pernapasan

Pengaturan napas sangat diperlukan ketika bernyanyi, termasuk lagu daerah. Karena dengan mengatur napas, intonasi menjadi lebih tepat untuk dijangkau. Selain itu, artikulasi atau pelafalannya juga menjadi lebih jelas.

Baca juga: Mengenal Lagu Daerah Lampung

Frasering atau pemenggalan kalimat

Frasering adalah teknik menyanyikan lagu dengan memenggal kalimatnya menjadi lebih pendek, tanpa menghilangkan makna atau pesannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Jenis Ekosistem di Dunia

5 Jenis Ekosistem di Dunia

Skola
Kalimat Majemuk Bertingkat: Jenis dan Contohnya

Kalimat Majemuk Bertingkat: Jenis dan Contohnya

Skola
2 Proses Pembentukan Mineral dan Contoh Sumber Dayanya

2 Proses Pembentukan Mineral dan Contoh Sumber Dayanya

Skola
Energi Potensial: Pengertian, Jenis, dan Rumusnya

Energi Potensial: Pengertian, Jenis, dan Rumusnya

Skola
Anatomi dan Perilaku Hewan Mamalia

Anatomi dan Perilaku Hewan Mamalia

Skola
Energi Kimia: Pengertian dan Sumbernya

Energi Kimia: Pengertian dan Sumbernya

Skola
Komponen Pembentuk Ekosistem: Biotik dan Abiotik

Komponen Pembentuk Ekosistem: Biotik dan Abiotik

Skola
Keadaan Bumi Saat Ini

Keadaan Bumi Saat Ini

Skola
Dampak Perubahan Iklim Global terhadap Kehidupan

Dampak Perubahan Iklim Global terhadap Kehidupan

Skola
Sistem Reproduksi Manusia

Sistem Reproduksi Manusia

Skola
Dampak dan Pengaruh Globalisasi Ekonomi bagi Indonesia

Dampak dan Pengaruh Globalisasi Ekonomi bagi Indonesia

Skola
Sumber Daya Alam Non Hayati: Jenis dan Sumbernya

Sumber Daya Alam Non Hayati: Jenis dan Sumbernya

Skola
5 Klasifikasi Tipe Iklim

5 Klasifikasi Tipe Iklim

Skola
12 Dampak Pemanasan Global Bagi Kehidupan

12 Dampak Pemanasan Global Bagi Kehidupan

Skola
Mengenal Daur Hidup Kecoa

Mengenal Daur Hidup Kecoa

Skola
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.