Kompas.com - 06/05/2021, 12:01 WIB
Gendang Panjang, alat musik tradisional Kepulauan Riau pinterest.com/FotoGambarGendang Panjang, alat musik tradisional Kepulauan Riau

KOMPAS.com - Alat musik tradisional menjadi salah satu ciri khas kebudayaan di suatu daerah, karena tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai budayanya.

Alat musik tradisional sering digunakan dalam berbagai acara, seperti upacara adat, pernikahan, penyambutan tamu atau lain sebagainya. Hampir setiap wilayah Indonesia memiliki alat musik tradisionalnya masing-masing, termasuk Kepulauan Riau.

Salah satu contoh alat musik asal Kepulauan Riau adalah gendang panjang yang termasuk dalam jenis alat musik membranofon. 

Alat musik tradisional ini sering digunakan untuk mengiringi lagu daerah bersamaan dengan alat musik lainnya atau dimainkan dalam upacara tertentu, seperti pernikahan, penyambutan tamu penting dan lain sebagainya.

Menurut Ketut Wisnawa dalam buku Seni Musik Tradisi Nusantara (2020), gendang panjang dimainkan dengan cara ditepuk pada bagian membrannya menggunakan telapak tangan. Cara menepuknya harus tepat agar bisa menghasilkan suara yang pas.

Baca juga: Daftar Alat Musik Tradisional di Indonesia

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gendang panjang berbentuk silinder, panjangnya kira-kira 53 sentimeter. Bahan utama pembuatan badan gendang panjang berasal dari kayu marbau yang sifatnya keras dan tahan lama. Alat musik tradisional ini memiliki ukuran diameter sekitar 15 sentimeter hingga 30 sentimeter.

Melansir dari jurnal Musik Gubang dalam Upacara Perkawinan Adat Melayu di Desa Rewak Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau (2020) karya Shafur Bachtiar, gendang panjang memiliki dua sisi yang sering disebut ‘induk’ dan ‘anak’.

Disebut ‘induk’ karena bagian sisi atau diameternya lebih besar dibanding ‘anak’. Bagian membran gendang panjang terbuat dari dua jenis kulit binatang yang tergantung pada sisinya.

Untuk sisi ‘induk’ (yang lebih besar) menggunakan membran berbahan dasar kulit kerbau. Sedangkan sisi ‘anak’ (yang lebih kecil) menggunakan kulit kambing sebagai bahan dasar pembuatan membrannya. Dua membran gendang panjang ini kemudian diikat dengan tali khusus yang terbuat dari rotan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X