Kompas.com - 05/05/2021, 18:45 WIB
[Tangkapan Layar] Rumah Melayu Atap Lipat Kajang, Riau Youtube/ yt sosmed[Tangkapan Layar] Rumah Melayu Atap Lipat Kajang, Riau

KOMPAS.com - Riau merupakan salah satu provinsi kepulauan yang berada di sebelah timur Pulau Sumatera dengan ibukota Pekanbaru.

Dilansir dari situs resmi Dinas Sosial Provinsi Riau, riau pada dahulunya diduduki oleh lima suku yaitu Suku Sakai, Suku Akit, Suku Talang Mamak, Suku Bonai, dan Suku Laut (Duano).

Suku-suku tersebut semuanya berasal dari luar Riau. Suku Laut (Duano) merupakan suku asli Melayu di Riau.

Masuknya orang Melayu ke Riau memberikan pengaruh besar pada kebudayaan di Riau. Salah satunya adalah rumah tradisional Riau yang memiliki arsitektur dasar rumah Melayu.

Baca juga: Rumah Tradisional Sasadu, Khas Maluku Utara

Rumah melayu pada praktiknya bukan hanya sebagai tempat berteduh namun memiliki makna filosofis yang luas. Dilansir dari Gerakan Literasi Nasional, dalam ungkapan Melayu rumah dimaknai sebagai:

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Cahaya hidup di bumi
  • Tempat beradat berketurunan
  • Tempat berlabuh kaum kerabat
  • Tempat singgah dagang lalu
  • Hubungan orang tua kepada anak

Ada tiga jenis rumah Melayu di Riau berdasarkan bentuk atapnya, salah satunya adalah Rumah Melayu Atap Lipat Kajang.

Rumah melayu atap lipat kajang memiliki bentuk rumah panggung, mengingat Kepulauan Riau dialiri oleh sungai-sungai besar seperti Rokan, Siak, Kampar, dan Indragiri. Lipat Kajang berarti kelok (jalan atau sungai) yang berbentuk sudut tajam.

Bhara Marangga Ramadissa dan kawan-kawan dalam jurnal berjudul Elemen Arsitektural Atap pada Rumah Tradisional Melayu Riau, menyebutkan bahwa atap lipat kajang berbentuk bumbung yang curam yang dapat memudahkan curahan air hujan sehingga disebut lipat kajang.

Kayu Rumah Lipat Kajang dihiasi dengan ornament ukiran berupa selembayung atau dapat disebut sebagai Selo bayuang dan tanduk buang. Yaitu ornament yang terdiri dari motif tumbuhan, bunga, dan hewan.

Baca juga: Rumah Palimbangan, Rumah Tradisional Kalimantan Selatan

Motif selembayung memiliki makna cahaya pada rumah, kasih saying, keserasian rumah tangga, unsur magis, keselamatan, tahu adat, dan juga tahu diri.

Rumah Melayu Lipat Kajang pada zaman dahulu dapat ditemukan di daerah aliran sungai Rokan, daerah Siak Sri Indapura, daerah sebelah kiri sungai Kampar, daerah Pelalawan, daerah hilir dan muara sungai Indragiri.

Namun pada zaman modern ini, Rumah Melayu Atap Lipat Kajang sulit untuk ditemui karena sudah jarang digunakan dalam pemukiman warga.

Jika ingin melihat Rumah Melayu Lipat Kajang bisa berkunjung ke rumah godang suku di Kenegerian Sentajo, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Kepulauan Riau.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X