Apresiasi Empatik Terhadap Karya Seni

Kompas.com - 20/01/2021, 15:41 WIB
Suasana pengunjung pameran yang bertajuk Leonardo Opera Omnia di Museum Mandiri, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Pameran Leonardo Opera Omnia menampilkan tujuh belas reproduksi mahakarya Leonardo dengan high-definition dan skala sesuai ukuran aslinya, serta mengenang 500 tahun kematian Master Renaissance, Leonardo da Vinci. Pameran dibuka untuk umum mulai tanggal 6 Februari hingga 3 Maret 2020 di Museum Mandiri. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana pengunjung pameran yang bertajuk Leonardo Opera Omnia di Museum Mandiri, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Pameran Leonardo Opera Omnia menampilkan tujuh belas reproduksi mahakarya Leonardo dengan high-definition dan skala sesuai ukuran aslinya, serta mengenang 500 tahun kematian Master Renaissance, Leonardo da Vinci. Pameran dibuka untuk umum mulai tanggal 6 Februari hingga 3 Maret 2020 di Museum Mandiri.

KOMPAS.com - Apresiasi diperlukan dalam setiap hal, tidak terkecuali dalam bidang seni. Seluruh karya seni yang dibuat merupakan hasil kerja keras para seniman di bidangnya.

Mengutip dari situs Arty Factory, apresiasi seni merupakan sebuah pemahaman serta pengetahuan tentang kualitas seni yang bersifat universal untuk mengidentifikasi semua karya seni yang hebat.

Namun, apresiasi seni juga bisa datang dalam bentuk subjektif. Biasanya bentuk apresiasi seni ini ditangkap melalui indra manusia.

Salah satu bentuk apresiasi dalam karya seni adalah apresiasi empatik. Tahukah kamu apa itu apresiasi empatik?

Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), apresiasi empatik merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap karya seni yang hanya dapat ditangkap melalui pengindraan saja.

Baca juga: Apresiasi dan Kritik Karya Seni Rupa: Pengertian dan Fungsi

Artinya apresiasi empatik juga bersifat subjektif. Karena setiap orang memiliki karakteristik atau kesukaannya masing-masing.

Biasanya jenis apresiasi empatik dilakukan oleh orang yang kurang mengerti bidang seni atau orang awam. Namun, tidak menutup kemungkinan orang yang ahli di bidang seni juga akan melakukan apresiasi empatik.

Contohnya ketika ada orang awam yang menyukai pantai, maka ketika melihat karya seni lukisan pantai, ia akan merasa bahwa itu adalah lukisan yang bagus.

Contoh lainnya ketika mendengar musik dan seseorang menyukai musik tersebut karena merasa nyaman, maka ia akan mengatakan bahwa jenis musik ini bagus.


Sumber Kemdikbud
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X